Setelah prosesi penyambutan, para peserta diarahkan ke rumah adat Sa’o Nggua Labha Dile untuk melanjutkan ritual tolak bala yang dipimpin oleh para mosalaki utama, yaitu Mosalaki Pu’u Wolo, Mosalaki Pu’u Limbu, dan Mosalaki Nu’a.
Doa bersama dilakukan agar para pemimpin AMAN diberi kesehatan, kebijaksanaan, dan petunjuk dalam mengambil keputusan penting bagi organisasi.
Philipus menambahkan bahwa ritual ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap perjuangan Sekjen AMAN, Ruka Sombolinggi, agar terus menjaga wilayah adat dan nilai-nilai kehidupan masyarakat adat yang selaras dengan alam dan keberlangsungan hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekjen AMAN, Ruka Sombolinggi, menyatakan rasa syukur karena dapat kembali ke Kampung Adat Saga setelah sebelumnya pelaksanaan Rakernas AMAN tertunda akibat pandemi COVID-19.
Ia menegaskan bahwa melalui ritual adat ini, dirinya diterima bukan sebagai orang luar, melainkan sebagai bagian dari masyarakat adat Saga.
“Kami merasa bukan orang asing. Kami benar-benar menjadi bagian dari anak kampung ini,” ujar Ruka.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




