“Kami masyarakat Desa Koro Bhera, mulai hari pertama gempa sampai masuk hari keenam ini, belum didata dan bantuan juga belum kami terima. Kami ini masyarakat di wilayah perdesaan yang cukup terisolir. Kami minta pemerintah segera memperhatikan kami,” ujar Andreas kepada media.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sikka dan instansi terkait, termasuk pihak yang bertugas dalam penanganan bencana, segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi warga dan rumah-rumah yang mengalami kerusakan.
“Bapa Bupati Sikka, tolong lihat kami juga. Kami ini korban gempa, rumah kami rusak. Sampai hari ini, warga di RT 01/RW 01 Desa Koro Bhera belum didata dan belum menerima bantuan. Pemerintah jangan lupa kami,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluhan serupa disampaikan seorang warga lainnya, Ibu Sul. Ia mengaku sangat terpukul setelah rumah yang baru selesai dibangun sekitar enam bulan lalu mengalami kerusakan akibat gempa.
Menurutnya, rumah tersebut dibangun dengan perjuangan yang tidak mudah. Suaminya harus merantau ke Kalimantan untuk mencari nafkah dan secara bertahap mengirimkan uang demi menyelesaikan pembangunan rumah keluarga mereka.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




