Tingginya Angka Kematian PMI Asal NTT, Harus Menjadi Perhatian Serius Pemerintah

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 4 Januari 2025 - 13:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 353 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil jenazah saat menjemput mayat PMI asal NTT di Bandara Eltari Kupang/Ket Foto ; Putra Bali Mula - Katong NTT

Mobil jenazah saat menjemput mayat PMI asal NTT di Bandara Eltari Kupang/Ket Foto ; Putra Bali Mula - Katong NTT

LIPUTANFLORES.COM|KUPANG, – Tingginya angka kematian pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tahun 2024 harusnya menjadi perhatian serius pemerintah

Setidaknya ada 125 pekerja migran dilaporkan meninggal dunia, sebagian besar bekerja di Malaysia melalui jalur non-prosedural atau ilegal.

Yonas Y. Bahan, Ketua Tim Perlindungan dan Pemberdayaan PMI, BP3MI NTT mengatakan, Kabupaten Malaka mencatatkan angka kematian terbanyak, yaitu 26 orang.

Sedangkan urutan kedua kasus kematian PMI yakni Kabupaten Belu dengan jumlah 15 kasus, disusul kabupaten Ende 14 kasus dan Kabupaten Flores Timur 13 Kasus.

Kasus – kasus ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan semua pihak

Kabupaten Belu, Ende, dan Flores Timur juga melaporkan kasus kematian, sementara beberapa kabupaten seperti Sabu Raijua dan Rote Ndao tidak memiliki kasus kematian pekerja migran.

Baca Juga :  Peringati HUT NTT ke - 66 Kabupaten Ende Gelar Parade NTT Bertenun

NTT, yang merupakan salah satu provinsi dengan pengiriman pekerja migran terbanyak.

Diharapkan dapat memperhatikan perlindungan dan pendampingan bagi keluarga korban, serta mencegah kejadian serupa di masa depan.

Berita Terkait

BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki
Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini
Pengadaan 700 Sapi Dipangkas Jadi 150 Ekor, PRIMA Flores Timur Ingatkan Risiko Hukum
Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran
Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik
Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat
Polres Ende Dirikan Tenda Darurat di SDK Pu’ubheto, Pastikan Siswa Tetap Belajar Pascagempa
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 07:09 WITA

Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Kamis, 10 September 2026 - 14:43 WITA

Tiga ASN dan CPNS Tewas Ditembak Saat Salurkan Bantuan di Jayawijaya, Dua Korban Berasal dari NTT

Selasa, 8 September 2026 - 19:16 WITA

Terpilih Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Diharapkan Dorong Kemandirian Ekonomi Umat Berbasis Maritim

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:51 WITA

Siap Layani Masyarakat, PELNI Kerahkan 55 Kapal dan 751 Ribu Tiket untuk Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 08:19 WITA

Sengketa Tanah Keranga Labuan Bajo Inkracht, Santosa Kadiman dkk Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Pemalsuan Surat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:58 WITA

Vape Mengandung Narkoba Marak, Capt. Hakeng: Pelaut Bisa Jadi Korban Tak Sadar dan Terancam Pidana serta Karir Kandas

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:37 WITA

UGM Beri Perlindungan Ketua BEM Tiyo Ardianto Usai Teror WhatsApp dan Dugaan Penguntitan

Berita Terbaru