Tutu Unu, Warisan Budaya Leluhur Periuk Tanah yang Tetap Hidup di Desa Wolokoli

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Niko Sanggu Editor : Redaksi Dibaca 181 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mo’a Popi, Ketua Karang Taruna Desa Wolokoli

Mo’a Popi, Ketua Karang Taruna Desa Wolokoli

Selain itu, Tutu Unu juga mencerminkan cara hidup masyarakat yang sederhana, mandiri, serta memiliki hubungan yang harmonis dengan alam.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan masuknya berbagai peralatan rumah tangga modern, penggunaan periuk tanah tradisional seperti Tutu Unu mulai mengalami penurunan. Generasi muda cenderung lebih memilih peralatan dapur berbahan logam atau plastik yang dianggap lebih praktis. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan berkurangnya minat generasi muda terhadap warisan budaya leluhur yang telah lama menjadi identitas masyarakat Wolokoli.

Baca Juga :  Akibat Pohon Tumbang, Sebuah Rumah Semi Permanen di Desa Mausambi, Kecamatan Maurole Hancur

Menurut Mo’a Popi, Ketua Karang Taruna Desa Wolokoli, Tutu Unu tidak boleh dipandang sekadar sebagai benda tradisional yang tertinggal oleh zaman. Ia menegaskan bahwa Tutu Unu merupakan simbol identitas budaya dan pengetahuan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

“Tutu Unu adalah warisan budaya leluhur yang mengandung nilai sejarah dan jati diri masyarakat Desa Wolokoli. Jika generasi muda tidak mengenal dan tidak mau mempelajarinya, maka perlahan budaya ini akan hilang,” ungkap Mo’a Popi.

Berita Terkait

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi
Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos
Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur
Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian
Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang
Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan
Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang
Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 17:23 WITA

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi

Senin, 25 Mei 2026 - 14:19 WITA

Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:34 WITA

Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WITA

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:31 WITA

Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:53 WITA

Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:13 WITA

Wabup Flores Timur Tetapkan Status Gempa Beralih ke Masa Transisi Pemulihan

Berita Terbaru