Tutu Unu, Warisan Budaya Leluhur Periuk Tanah yang Tetap Hidup di Desa Wolokoli

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Niko Sanggu Editor : Redaksi Dibaca 183 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mo’a Popi, Ketua Karang Taruna Desa Wolokoli

Mo’a Popi, Ketua Karang Taruna Desa Wolokoli

Ia juga menambahkan bahwa pemuda desa memiliki peran strategis dalam upaya pelestarian budaya lokal. Melalui edukasi budaya, pengenalan sejarah lokal, serta keterlibatan langsung dalam proses pembuatan Tutu Unu, generasi muda diharapkan dapat memahami makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Lebih lanjut, Mo’a Popi menyampaikan bahwa pelestarian Tutu Unu tidak hanya penting untuk menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat desa. Jika dikelola dengan baik, Tutu Unu dapat menjadi identitas budaya lokal yang dikenal luas dan bernilai bagi pengembangan desa berbasis kearifan lokal.

Baca Juga :  Fungsionaris Adat Nggorang Jadi Sorotan Setelah Dua Alas Hak SHM Keranga Terungkap

Masyarakat Desa Wolokoli berharap agar warisan budaya leluhur seperti Tutu Unu terus mendapat perhatian, baik dari pemerintah desa, masyarakat, maupun generasi muda. Pelestarian budaya ini dinilai penting sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus sebagai upaya menjaga jati diri budaya masyarakat di tengah perubahan zaman.

Dengan komitmen bersama dan kesadaran kolektif, Tutu Unu diharapkan tidak hanya bertahan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas budaya Desa Wolokoli, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka.

Berita Terkait

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi
Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos
Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur
Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian
Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang
Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan
Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang
Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 17:23 WITA

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi

Senin, 25 Mei 2026 - 14:19 WITA

Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:34 WITA

Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WITA

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:31 WITA

Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:53 WITA

Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:13 WITA

Wabup Flores Timur Tetapkan Status Gempa Beralih ke Masa Transisi Pemulihan

Berita Terbaru