Korea Utara Miliki Pendekatan Berbeda Terhadap Agama

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 15 Desember 2024 - 18:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 740 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi/Reuters/Google

Foto : Ilustrasi/Reuters/Google

LIPUTANFLORES.COM|JAKARTA, – Korea Utara memiliki pendekatan yang sangat berbeda terhadap agama dibandingkan banyak negara lain.

Meskipun sejarah mencatat bahwa negara ini pernah memiliki komunitas Kristiani yang cukup signifikan, terutama sebelum Perang Korea, situasi saat ini sangat berbeda.

Sistem pemerintahan komunis yang diterapkan sejak era Kim Il Sung menghapus kebebasan beragama hampir sepenuhnya, menjadikan paham atheisme sebagai ideologi utama negara.

Alasan Agama Dilarang di Korea Utara

Kultus Kepribadian
Pemimpin Korea Utara, terutama keluarga Kim, diposisikan sebagai figur yang hampir “ilahiah” di mata masyarakat. Segala bentuk keyakinan lain dianggap ancaman terhadap kesetiaan rakyat kepada negara dan pemimpinnya.

Kontrol Sosial
Agama dianggap bisa menjadi saluran untuk melawan rezim. Larangan beragama memungkinkan pemerintah mengontrol penuh ideologi rakyatnya tanpa risiko munculnya oposisi berbasis keyakinan.

Baca Juga :  Paus Fransiskus Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun Setelah Rayakan Paskah

Kristiani di Korea Utara
Meskipun gereja-gereja yang dikontrol negara masih ada, mereka lebih berfungsi sebagai alat propaganda untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Korea Utara menghormati kebebasan beragama.

Berita Terkait

Angelica Judith Micheldi Mahasiswi Indonesia Raih Penghargaan RMUTK
Asap Hitam Membubung dari Kapel Sistina, Paus Baru Belum Terpilih
Sede Vacante dan Yubileum 1700, Pelajaran Berharga Bagi Gereja di Tahun Suci 2025
Paus Fransiskus Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun Setelah Rayakan Paskah
Paus Fransiskus Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun, Dunia Berduka
Manchester City Tumbang 2-3 dari Real Madrid, Guardiola Soroti Keputusan Buruk
Sekjen Kementrian Pendidikan Madagaskar Kunjungi SMAK Frateran Surabaya, Ini Kesannya
Paus Fransiskus Terima Kunjungan Perdana Menteri Sementara Lebanon Najib Mikati Bahas Isu Penting di Lebanon
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Dari NTT untuk NTT, APS Kupang Buka Lapangan Kerja dan Bangun SDM Profesional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam

Senin, 28 September 2026 - 21:44 WITA

Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08 WITA

Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud

Kamis, 17 September 2026 - 13:27 WITA

Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa

Minggu, 13 September 2026 - 07:09 WITA

Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 08:40 WITA

KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Berita Terbaru