Korea Utara Miliki Pendekatan Berbeda Terhadap Agama

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 15 Desember 2024 - 18:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 676 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi/Reuters/Google

Foto : Ilustrasi/Reuters/Google

LIPUTANFLORES.COM|JAKARTA, – Korea Utara memiliki pendekatan yang sangat berbeda terhadap agama dibandingkan banyak negara lain.

Meskipun sejarah mencatat bahwa negara ini pernah memiliki komunitas Kristiani yang cukup signifikan, terutama sebelum Perang Korea, situasi saat ini sangat berbeda.

Sistem pemerintahan komunis yang diterapkan sejak era Kim Il Sung menghapus kebebasan beragama hampir sepenuhnya, menjadikan paham atheisme sebagai ideologi utama negara.

Alasan Agama Dilarang di Korea Utara

Kultus Kepribadian
Pemimpin Korea Utara, terutama keluarga Kim, diposisikan sebagai figur yang hampir “ilahiah” di mata masyarakat. Segala bentuk keyakinan lain dianggap ancaman terhadap kesetiaan rakyat kepada negara dan pemimpinnya.

Kontrol Sosial
Agama dianggap bisa menjadi saluran untuk melawan rezim. Larangan beragama memungkinkan pemerintah mengontrol penuh ideologi rakyatnya tanpa risiko munculnya oposisi berbasis keyakinan.

Baca Juga :  Paus Fransiskus Terima Kunjungan Perdana Menteri Sementara Lebanon Najib Mikati Bahas Isu Penting di Lebanon

Kristiani di Korea Utara
Meskipun gereja-gereja yang dikontrol negara masih ada, mereka lebih berfungsi sebagai alat propaganda untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Korea Utara menghormati kebebasan beragama.

Berita Terkait

Angelica Judith Micheldi Mahasiswi Indonesia Raih Penghargaan RMUTK
Asap Hitam Membubung dari Kapel Sistina, Paus Baru Belum Terpilih
Sede Vacante dan Yubileum 1700, Pelajaran Berharga Bagi Gereja di Tahun Suci 2025
Paus Fransiskus Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun Setelah Rayakan Paskah
Paus Fransiskus Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun, Dunia Berduka
Manchester City Tumbang 2-3 dari Real Madrid, Guardiola Soroti Keputusan Buruk
Sekjen Kementrian Pendidikan Madagaskar Kunjungi SMAK Frateran Surabaya, Ini Kesannya
Paus Fransiskus Terima Kunjungan Perdana Menteri Sementara Lebanon Najib Mikati Bahas Isu Penting di Lebanon
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:23 WITA

Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:59 WITA

Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:22 WITA

Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA

Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:52 WITA

Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terbaru