MAUMERE — Suasana di area Pasar Alok yang semula riuh oleh aktivitas jual-beli kini mendadak berubah mencekam. Jeritan histeris, amarah, dan puing-puing lapak yang hancur berantakan menjadi pemandangan pilu setelah petugas Satpol PP bersama aparat melakukan penertiban paksa terhadap lapak para pedagang. Puing-puing bambu yang patah menjadi saksi bisu benturan horizontal antara jeritan isi perut rakyat kecil dan ketegasan regulasi pemerintah daerah.
Ibu Yasinta, yang merupakan korban dari pembongkaran Lapak ia, membeberkan bahwa lapak kami di bongkar secara paksa dan dihancurkan. Ia menyaksikan tempat usahanya dirobohkan tanpa belas kasihan.
“Mereka bongkar ini, mereka bongkar Lapak kami diinjak, dihancurkan. Omrak-ambrik, barang kami. Bambu-bambu semua dihancurkan. Kami ini masyarakat, bukan penjahat perang Kenapa kami diusir secara brutal dan tidak adil seperti ini?” ujar Ibu Yasinta saat diwawancarai langsung di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, aksi pembongkaran ini dinilai sangat janggal dan sepihak karena petugas di lapangan tidak mampu menunjukkan Surat Perintah resmi yang berkop bupati atau camat, melainkan hanya secarik kertas putih bertuliskan tangan yang dibacakan berulang kali sejak Senin lalu oleh petugas pasar.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




