SIKKA, – Enam hari setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026, sejumlah warga di RT 01/RW 01, Desa Koro Bhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, mengaku masih menunggu pendataan dan perhatian dari pemerintah.
Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa tersebut. Namun, hingga saat ini, warga setempat mengaku belum mendapatkan pendataan terkait kondisi rumah mereka dari pihak pemerintah maupun instansi terkait.
Kondisi ini membuat warga terdampak terus menunggu kejelasan, terutama mengenai pendataan kerusakan dan kemungkinan bantuan bagi masyarakat yang rumahnya terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang warga Desa Koro Bhera, Andreas Geli, mengatakan bahwa hingga memasuki hari keenam pascagempa, masyarakat di wilayah RT 01/RW 01 masih belum mendapatkan pendataan.
Menurut Andreas, lokasi tempat tinggal mereka yang berada di wilayah perdesaan dan relatif sulit dijangkau membuat warga khawatir kondisi mereka belum sepenuhnya diketahui oleh pemerintah dan pihak terkait.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




