Teladan Paus Innocentius XII
Dikenal sebagai “Bapa Kaum Miskin,” Paus Innocentius XII menunjukkan kasih nyata dengan mewariskan seluruh hartanya untuk kaum papa.
Sikapnya mencerminkan ajaran sosial Gereja dan memiliki gema kuat dalam kepemimpinan Paus Fransiskus, yang menekankan solidaritas dan perhatian pada kaum marginal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pintu Suci, Prosesi Iman, dan Arti Simbolik
Karena kondisi kesehatan yang menurun, pembukaan Pintu Suci dilakukan oleh Kardinal de Bouillon. Namun medali resmi tetap menggambarkan umat yang masuk melalui Pintu Suci—bukan sang kardinal. Ini menjadi pesan kuat bahwa rahmat ilahi tak bergantung pada figur manusia, melainkan pada karya Tuhan dalam Gereja.
Simbol Pelikan dan Kasih Kristus
Medali lainnya menggambarkan pelikan yang melukai dadanya demi memberi makan anak-anaknya—simbol kuno kasih Kristus dan pengorbanan seorang Paus. Seperti Paus Innocentius XII, pelikan menjadi lambang kasih gembala yang mencurahkan hidupnya demi umat.
Kesimpulan: Yubileum sebagai Momen Iman
Tahun Yubileum adalah waktu rahmat, bukan sekadar seremoni. Ia menjadi ajakan untuk merenungkan kesetiaan Allah dan peran Gereja sebagai alat keselamatan. Meski dalam masa transisi, Gereja tetap berjalan dalam terang Roh Kudus, setia pada janji Kristus: “Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman” (Matius 28:20).
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




