Filsuf Yunani, Aristoteles, pernah mengatakan bahwa tujuan negara adalah mewujudkan the good life atau kehidupan yang baik bagi warganya. Kehidupan yang baik tentu dimulai dari kebutuhan paling mendasar, yakni terpenuhinya pangan dan gizi. Ketika anak-anak belum memperoleh asupan bergizi yang dijanjikan, maka cita-cita pembangunan itu belum sepenuhnya hadir dalam kehidupan mereka.
Persoalan ini menjadi semakin penting apabila dikaitkan dengan kondisi kesehatan masyarakat. Desa Ulupulu 1 merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi tantangan pemenuhan gizi anak. Dalam pengamatan kami di lapangan, para tenaga pendidik juga menaruh harapan besar terhadap MBG sebagai salah satu instrumen yang dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik. Sekolah merupakan tempat yang paling efektif untuk memastikan anak memperoleh makanan bergizi secara rutin dan terukur.
Ekonom peraih Nobel Amartya Sen menjelaskan bahwa pembangunan bukan semata-mata pertumbuhan ekonomi, tetapi perluasan kemampuan manusia (capability). Anak-anak yang sehat memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar, berkembang, dan keluar dari lingkaran kemiskinan. Sebaliknya, gizi buruk dan stunting justru membatasi kemampuan tersebut sejak usia dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




