Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Mahasiswa KKNT Editor : Redaksi Dibaca 474 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKNT Desa Ulupulu 1 Batch 2 2026

Mahasiswa KKNT Desa Ulupulu 1 Batch 2 2026

Dalam teori keadilan, John Rawls mengemukakan difference principle, yaitu bahwa kebijakan publik seharusnya terlebih dahulu memberi manfaat terbesar kepada kelompok yang paling kurang beruntung. Jika prinsip ini dijadikan pijakan, maka daerah dengan risiko stunting yang lebih tinggi semestinya memperoleh perhatian dan percepatan implementasi yang lebih besar.

Masyarakat juga berharap agar setiap program pemerintah memiliki kesinambungan. Kehadiran berbagai program pembangunan tentu merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan. Namun, keberhasilan sebuah kebijakan akan lebih bermakna apabila program-program yang telah diluncurkan benar-benar berjalan efektif dan dirasakan manfaatnya sebelum fokus diperluas ke berbagai agenda baru.

Baca Juga :  AHP Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di STKIP Citra Bakti

Kepercayaan publik dibangun bukan melalui banyaknya peluncuran program ataupun seremoni peresmian, melainkan melalui hasil nyata yang dirasakan masyarakat sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis bukanlah jumlah bangunan yang berdiri ataupun banyaknya publikasi yang beredar. Keberhasilan sesungguhnya diukur dari satu hal yang sangat sederhana: apakah setiap anak di desa-desa seperti Ulupulu 1 telah menikmati makanan bergizi yang menjadi haknya.

Baca Juga :  Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Berita Terkait

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun
Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri
Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:42 WITA

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru