ENDE, – Setelah tiga hari antrean mengular di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam kota Ende, Nusa Tenggara Timur, pasokan BBM dinyatakan kembali normal.
Pemerintah Kabupaten Ende, melalui Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) bidang ekonomi dan pariwisata, memastikan ketersediaan stok mulai Minggu, 10 Agustus 2025.
Namun, di balik kabar normalisasi ini, liputanflores.com menemukan bahwa kelangkaan terjadi bukan sekadar karena tingginya permintaan. Ada masalah teknis serius pada jalur distribusi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi gejala kelangkaan mulai terdeteksi sejak Jumat, 8 Agustus 2025. Antrean kendaraan mengular di SPBU Gatot Subroto, SPBU Wirajaya, dan SPBU Ndao
Pemkab Ende dalam hal ini bupati Ende, bersama Wakil Bupati, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Bagian Ekonomi, intens berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan pengelola SPBU.
FUEL Terminal Manager Ende, Syaiful Anwar Nursanto, menjelaskan bahwa kapal tanker rute Kupang–Ende mengalami kerusakan, memutus pasokan BBM reguler.
Dampaknya, stok yang ada di Pertamina Ende pada 8–9 Agustus dialihkan sebagian ke Kabupaten Ngada dan Nagekeo—masing-masing 24 kiloliter—sehingga suplai untuk SPBU Ende minim.
“Pada Sabtu, suplai hanya 24 kiloliter dari Maumere, dibagi rata delapan kiloliter per SPBU,” ungkap Syaiful.
Normalisasi Pasokan
Situasi berubah pada Minggu siang, 10 Agustus 2025, ketika dua kapal tanker sekaligus bersandar di Pelabuhan Ende, membawa total 6.600 deadweight ton (DWT) BBM jenis Pertalite untuk tiga kabupaten, Ende, Ngada, dan Nagekeo. Pertamina langsung menyalurkan 72 kiloliter ke tiga SPBU kota Ende.
Yakobus Mbira dari TP2D memastikan distribusi berjalan normal kembali.
“Kami terus memantau stok dan arus distribusi,” katanya.
Meski pasokan pulih, kasus ini menyoroti rapuhnya ketergantungan pasokan BBM pada satu jalur pengiriman laut. Tidak adanya skema cadangan distribusi darat atau kapal alternatif membuat daerah rentan kelangkaan setiap kali terjadi gangguan teknis.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




