Bupati Ende, Paradigma Didik Anak Harus Berubah, Stop Kekerasan terhadap Anak

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 29 Juli 2025 - 20:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 639 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Ende Yoseph Badeoda dan Pengurus Yayasan FREN pose bersama usai kegiatan di aula Paroki Onekore

Bupati Ende Yoseph Badeoda dan Pengurus Yayasan FREN pose bersama usai kegiatan di aula Paroki Onekore

ENDE, LIPUTANFLORES.COM| – Bupati Ende, Yosef B. Badeoda, menyampaikan seruan tegas dalam upaya membentuk generasi muda yang mampu bersaing di tengah kompetisi global.

Dalam sambutannya saat membuka acara Phase Out Program Yayasan FREN di Aula Paroki Onekore, Selasa (29/7), Bupati menegaskan pentingnya transformasi paradigma pendidikan dan penghapusan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Ende.

Baca Juga :  Mahasiswa UGM Yogyakarta KKN di Kabupaten Sikka, NTT

“Pola pikir anak-anak kita harus diarahkan dari konsumtif menjadi produktif. Anak-anak tidak boleh lagi hanya diajarkan untuk bertahan hidup hari ini, tapi berpikir untuk masa depan,” tegas Bupati Yosef Badeoda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Bupati Yosef, pendekatan pendidikan konvensional yang menempatkan anak sebagai objek pasif harus segera ditinggalkan.

Baca Juga :  Mengguggah Rasa Kebersamaan, Safari Kamtibmas Kapolres Sikka Sikapi Langsung Keluh Kesah Masyarakat Paga

Ia mendorong agar orang tua dan tenaga pendidik di Ende menciptakan lingkungan belajar yang menumbuhkan pemikiran produktif dan kemandirian.

“Anak-anak tidak boleh diajarkan berpikir miskin. Kita harus mulai membiasakan mereka dengan cara berpikir maju,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti isu kekerasan terhadap anak yang masih menjadi masalah di daerah.

Berita Terkait

Ribuan Pelayat Antar Kepala Desa Mautenda Barat Robertus Y.M. Sega ke Peristirahatan Terakhir
Bentrokan Narasaosina-Waiburak di Flores Timur Kembali Pecah, 1 Warga Tewas dan 3 Terluka
Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Avanza di Jalan Trans Maumere-Larantuka, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan
PMKRI Ende Tolak Rencana Pembangunan Indomaret di Nangaroro, Soroti Nasib UMKM dan Transparansi Kebijakan
Dua Imam Baru Disambut Adat Lamaholot dan Tarian Hedung, Resmi Bertugas di Paroki Santo Yoseph Tanah Boleng
Pemkab Ende Percepat Program Strategis Nasional, 278 Koperasi Merah Putih hingga 75 Dapur MBG Disiapkan
Rekonsiliasi Tahap II Konflik Lewonara dan Dusun Bele Digelar, Pemkab Flores Timur Dorong Perdamaian Permanen
Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:59 WITA

Ribuan Pelayat Antar Kepala Desa Mautenda Barat Robertus Y.M. Sega ke Peristirahatan Terakhir

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:59 WITA

Bentrokan Narasaosina-Waiburak di Flores Timur Kembali Pecah, 1 Warga Tewas dan 3 Terluka

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:16 WITA

Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Avanza di Jalan Trans Maumere-Larantuka, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:02 WITA

PMKRI Ende Tolak Rencana Pembangunan Indomaret di Nangaroro, Soroti Nasib UMKM dan Transparansi Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:42 WITA

Dua Imam Baru Disambut Adat Lamaholot dan Tarian Hedung, Resmi Bertugas di Paroki Santo Yoseph Tanah Boleng

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:20 WITA

Rekonsiliasi Tahap II Konflik Lewonara dan Dusun Bele Digelar, Pemkab Flores Timur Dorong Perdamaian Permanen

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:13 WITA

Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:37 WITA

Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen

Berita Terbaru