Ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, harus dihentikan total.
“Tidak boleh lagi ada anak Ende yang hidup dalam tekanan, teraniaya, atau tidak mendapat pendidikan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Ende, tambahnya, akan membuka akses seluas-luasnya agar semua anak mendapat perlindungan dan pendidikan layak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati juga menekankan bahwa kualitas pendidikan menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang mandiri, tangguh, dan siap bersaing secara global.
Ia menilai, perubahan besar bisa terwujud jika seluruh pemangku kepentingan — mulai dari pemerintah, sekolah, hingga orang tua — bersinergi dalam membentuk ekosistem pendidikan yang suportif dan bebas kekerasan.
Pada kesempatan itu, Yosef juga menyampaikan apresiasi terhadap Yayasan FREN yang selama 30 tahun terakhir telah konsisten dalam mendampingi anak-anak di Ende melalui program pemenuhan hak, perlindungan, pemberdayaan, dan penguatan keluarga.
Ketua Yayasan FREN, Bonak Kowak Kornelis, dalam sambutannya menyatakan bahwa perjalanan panjang FREN di Ende merupakan bukti komitmen mereka dalam mendampingi anak-anak tumbuh sebagai pribadi mandiri dan berdaya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




