Anggota DPD Kabupaten Flores Timur, Gaffar (Jafar) Ismail, menyoroti ketimpangan kebijakan pemerintah terhadap guru swasta.
“Kita harus jujur bahwa ada kebijakan yang masih mendiskriminasi guru-guru di lembaga pendidikan swasta,” ujarnya.
Ia menilai ironi ketika lembaga swasta—termasuk lembaga pendidikan Keuskupan—yang historis membangun pendidikan Flores, justru tidak mendapatkan sokongan yang sama seperti sekolah negeri. Pembatasan guru ASN hanya untuk sekolah negeri dinilai menjadi persoalan serius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gaffar meminta PGRI Ile Boleng menyiapkan data akurat mengenai jumlah sekolah swasta, siswa, dan guru belum terdukung, agar advokasi di DPRD lebih kuat.
Dalam sambutannya, Gaffar juga mengajak guru meneladani semangat Ki Hajar Dewantara dalam mengabdi di tengah keterbatasan.
“Jika kita tidak memiliki kapasitas yang memadai, apa yang hendak kita sampaikan kepada anak-anak kita?”
Ia menutup sambutan dengan memberikan penghargaan kepada seluruh pendidik atas dedikasi mereka.
Camat Yakobus turut melaporkan perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut baru berjalan optimal di wilayah tengah Kecamatan Ile Boleng, sementara wilayah timur terkendala belum adanya dapur pengelola.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




