Santri-santri Pondok Pesantren Walisanga menyambut bantuan dengan penuh syukur. Saudara Ginanjar, perwakilan pesantren, menyampaikan terima kasih dengan tulus.
“Semoga Allah SWT membalas kebaikan bapak dan ibu semua,” katanya.
Namun, di balik senyum dan doa, realitas tak bisa diabaikan. Bantuan ini tentu meringankan beban mereka untuk sementara, tetapi bagaimana dengan hari-hari berikutnya?
Aksi sosial seperti ini memang membawa manfaat, tetapi ia juga menjadi pengingat bahwa banyak komunitas masih bergantung pada kebaikan hati para dermawan. Pertanyaannya: siapa yang akan mengulurkan tangan setelah Ramadan berlalu?
Di akhir acara, para santri membawa pulang takjil dan bahan pokok. Sementara itu, rombongan Polres Ende meninggalkan pesantren dengan harapan—semoga kepedulian ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk hadir, berbagi, dan benar-benar peduli.
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



