Warga pun turun tangan dengan cara seadanya.
Mereka bergotong royong menutupi lubang jalan dengan material alami.
Namun, usaha itu tak bertahan lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibatnya, mobilitas warga terganggu, bahkan beberapa kendaraan harus menunggu berjam-jam untuk bisa melintas.
Masyarakat dan pemerintah setempat telah berulang kali menyuarakan kondisi ini kepada pemerintah provinsi maupun pusat.
Namun, hingga kini, respons konkret belum juga terlihat.
“Kami sudah sering menyampaikan persoalan ini melalui berbagai saluran, tapi tidak ada langkah nyata dari pemerintah. Kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Jika jalan ini sampai putus total, dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian dan aktivitas warga,” ujar Agustinus.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah darurat untuk memperbaiki jalan, sekaligus merancang solusi jangka panjang agar permasalahan serupa tak terus berulang setiap musim hujan.
“Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji. Jika tidak segera diperbaiki, jalur ini bisa lumpuh total,” kata seorang warga setempat.
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




