Kegiatan Natal FP NTT di Malang tercatat sebagai pelaksanaan keempat dan untuk pertama kalinya diinisiasi oleh DPW Jawa Timur.
Yohanes menilai momen ini penting untuk meredam ketegangan yang sempat terjadi antar mahasiswa perantau asal NTT di Malang. “Kami ingin memastikan ke depan tidak ada lagi konflik yang menimbulkan stigma negatif terhadap masyarakat NTT di perantauan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD FP NTT Malang Raya, Philipus Oskar Api Oa, menyebut Malang dipilih sebagai tuan rumah karena menjadi salah satu pusat konsentrasi pemuda dan mahasiswa NTT di Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa konsolidasi pemuda menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial.
Selain ibadah Natal bersama, kegiatan ini juga diisi dengan talkshow bertajuk “Baku Lihat, Baku Jaga, Baku Sayang: Mahasiswa Pendatang Menghindari Konflik Sosial.” Talkshow menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Bupati Sumba Barat Daya, Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, akademisi, serta pengurus DPP FP NTT.
“Oleh karena itu, kami ingin memperkuat persatuan agar diaspora NTT tidak mudah terprovokasi isu-isu perpecahan dan tetap fokus berkontribusi bagi masyarakat serta daerah asal,” pungkas Oskar.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




