Lebih dari sekadar lembaga pendidikan, sekolah didorong menjadi pusat inovasi daerah. Gubernur menekankan, setiap sekolah wajib menciptakan minimal satu produk unggulan—baik dari sektor pertanian, peternakan, kuliner, otomotif, maupun digital—yang bisa dipasarkan melalui kanal fisik dan digital, termasuk program NTT Mart yang akan segera diluncurkan.
“Pendidikan harus berdampak. Jangan hanya cetak ijazah, tapi juga produk, nilai, dan inovasi,” tegasnya.
Entrepreneurship dan Digitalisasi Sekolah
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala sekolah diminta mulai berpikir seperti wirausahawan. Mulai dari potensi lokal hingga pemasaran digital, pendekatannya tidak lagi linier. Transformasi sekolah menjadi pusat kewirausahaan berbasis komunitas menjadi tema utama arah kebijakan ini.
Partisipasi dalam Tour de NTT 2025
Dalam momentum terpisah, Gubernur juga mengajak dunia pendidikan ambil bagian aktif dalam Tour de NTT 2025, ajang balap sepeda internasional yang akan melintasi daratan Timor hingga Flores.
“Ini bukan sekadar event olahraga, tapi etalase wajah NTT. Libatkan siswa, jadikan sekolah bagian dari cerita besar ini,” katanya.
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




