ENDE, LIPUTANFLORES.COM, – Keputusan sepihak Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) yang membatalkan Kabupaten Ende sebagai tuan rumah turnamen Liga IV ETMC XXXIV 2025 memicu kemarahan publik.
Pasalnya, status tuan rumah sebelumnya telah ditetapkan lewat kongres resmi, bukan rapat internal pengurus seperti yang digunakan untuk mencabutnya.
Manajer Perse Ende, Mikhael Tani Badeoda, menyebut pembatalan tersebut sebagai tindakan yang mencederai martabat masyarakat dan pemerintah Kabupaten Ende.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya pastikan tidak akan membawa tim Perse berlaga di Kupang. Ini penghinaan terhadap Ende,” ujar Mikhael dalam wawancara telepon, Jumat (25/7/2025).
Lebih jauh, ia menyoroti dugaan adanya intervensi politik dalam keputusan ini.
“Jika memang Pemkab menyatakan tidak siap, tentu bisa dimaklumi. Tapi surat resmi dari Bupati telah dikirim dan bahkan anggaran sudah dialokasikan,” tambahnya.
Asprov PSSI NTT beralasan bahwa pembatalan dilakukan demi efisiensi anggaran.
Namun, menurut Mikhael, alasan tersebut mengada-ada dan di luar kewenangan federasi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




