Dugaan adanya penyimpangan dalam proyek SPAM ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, proyek ini dikerjakan dengan kontrak tahun anggaran 2023, namun hingga kini tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Warga sekitar mengeluhkan bahwa pipa-pipa telah terpasang, namun air tidak pernah mengalir.
Seorang warga Desa Ndorurea 1, yang enggan disebut namanya, mengaku kecewa karena proyek yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih justru menjadi beban tanpa manfaat.
“Mereka datang pasang pipa, kasih janji nanti air jalan. Sampai sekarang, tidak ada air. Padahal, anggaran besar, tapi tidak ada hasil,” ungkapnya dengan nada kesal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumber lain menyebutkan bahwa proyek ini tidak melalui perencanaan yang matang, termasuk studi kelayakan dan analisis sumber air.
Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa proyek ini hanya dijadikan bancakan untuk kepentingan kelompok tertentu, tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat.
Dalam aksi tersebut, PMKRI tidak hanya menyoroti kasus SPAM, tetapi juga mendesak pengusutan kasus-kasus dugaan korupsi lainnya yang terjadi di Kabupaten Ende. Beberapa kasus yang turut disorot antara lain:
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




