Ia juga menegaskan bahwa terang Paskah menjadi sumber kekuatan bagi umat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Terang Paskah menerangi diri kita, menghangatkan yang dingin dan kaku, menguatkan yang rapuh, serta menuntun langkah kita,” katanya.
Selain ibadah dan perayaan bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi diskusi pastoral terkait arah pelayanan Muara ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dialog dipimpin langsung oleh dua imam Muara, yakni RD Moses sebagai moderator dan RD Rudolfus sebagai Ketua Muara.
Dalam forum itu, dibahas berbagai capaian karya pastoral yang telah dilakukan, sekaligus rencana strategis pelayanan yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026.
Kegiatan Paskah Bersama Muara tahun ini terlaksana berkat dukungan banyak pihak, mulai dari fungsionaris pastoral tingkat KUB, kelompok kategorial, DPP paroki, tokoh adat, hingga unsur pemerintah setempat.
Sementara itu, Ketua Panitia Paskah Bersama Muara 2026, Yeremias Panca, mengatakan bahwa perayaan ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga menjadi sarana pendalaman iman dan refleksi nilai kemanusiaan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




