Bupati berharap, setelah festival tahun ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka dapat melakukan evaluasi mendalam untuk merumuskan konsep yang lebih matang di masa depan.
“FJM harus memiliki nilai, keberlanjutan, dan branding,” tambahnya.
Wini Ronan(g): Merawat Warisan dan Membangun Peradaban Lokal
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan mengusung tema “Wini Ronan(g)” atau “Lumbung Benih,” FJM tahun ini bertujuan untuk merawat warisan leluhur sebagai fondasi peradaban lokal.
Acara pembukaan FJM dihadiri oleh berbagai tokoh penting di antaranya Wakil bupati Sikka. Ir. Simon Subandi Supriadi, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, serta Anggota DPRD Sikka dan berhasil memikat sekitar 2.000 warga Maumere dan sekitarnya.
Antusiasme masyarakat diperkirakan akan terus meningkat, terutama menjelang penampilan puncak dari Silet Open Up.
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




