Seorang warga Ende yang enggan disebut namanya mengatakan, “Kami senang ada bantuan, tapi lebih baik kalau ada program yang rutin dan jelas, bukan hanya setahun sekali pas ulang tahun Polwan.”
Kapolres Ende melalui Kasihumas Ipda Heru Sutaban menegaskan kegiatan ini adalah wujud kepedulian Polwan kepada masyarakat. “Momentum HUT ke-77 Polwan RI menjadi kesempatan untuk berbagi dengan sesama,” ujarnya.
Pernyataan ini terdengar normatif, namun belum menjawab apakah Polwan memiliki program sosial jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari perspektif kritis, bakti sosial seperti ini sering dikritik hanya sebagai pencitraan kelembagaan. Meski tidak bisa dinafikan adanya manfaat langsung, publik berhak menuntut transparansi, berapa banyak bantuan disalurkan? Bagaimana sumber dananya? Apakah ada evaluasi dampak?
Jika pertanyaan-pertanyaan ini tak pernah dijawab, publik bisa menilai kegiatan hanya sebatas simbol, bukan kepedulian struktural.
Perayaan HUT ke-77 Polwan RI di Ende lewat bakti sosial patut diapresiasi, tetapi juga harus dikritisi. Agar tidak berhenti pada seremoni, Polwan seharusnya menjadikan aksi sosial sebagai program berkelanjutan, dengan data dan transparansi, bukan hanya ritual tahunan.
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




