Gebyar Titi Jagung Lembata: Menghidupkan Gotong Royong dan Melestarikan Budaya Lamaholot

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 12 Oktober 2025 - 08:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Frederikus Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 352 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Gebyar Jagung Titi di kabupaten Lembata

Peserta Gebyar Jagung Titi di kabupaten Lembata

Pelestarian Nilai Budaya Lamaholot

Tradisi Titi Jagung memiliki makna mendalam bagi masyarakat Lembata dan wilayah Lamaholot. Kegiatan ini menggambarkan kearifan lokal dalam mengolah hasil bumi bersama, mencerminkan ketekunan dan ketangguhan perempuan Lamaholot yang menjadi pilar sosial dan ekonomi keluarga.

“Budaya adalah kekuatan. Titi Jagung menjadi simbol perempuan Lamaholot yang tangguh, sabar, dan pantang menyerah,” tambah Bupati Tuaq.

Selain nilai sosial, Titi Jagung juga memiliki filosofi ketahanan pangan — ajaran untuk memanfaatkan hasil bumi secara bijak dan membangun kemandirian pangan lokal.

Budaya sebagai Fondasi Ketahanan Sosial

Menurut Maria Deda Nara, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lembata, Gebyar Titi Jagung menjadi sarana pelestarian identitas budaya daerah di tengah modernisasi.

Baca Juga :  Jembatan Ambruk di Desa Tou, Warga dan Aparat Akan Bangun Jalan Darurat

“Melestarikan Titi Jagung berarti menjaga nilai gotong royong, solidaritas sosial, dan semangat persaudaraan masyarakat Lamaholot,” jelas Maria.

Bagi perantau asal Lembata, Titi Jagung juga memiliki nilai emosional—sebuah simbol kerinduan akan kampung halaman dan ajakan untuk kembali berkontribusi bagi daerah asal.

Berita Terkait

Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen
Pakar Hukum Undana : Jika Terbukti Korupsi, Pengelola Program MBG dari Pusat hingga Daerah Harus Diproses
Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi
Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos
Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur
Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian
Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang
Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:37 WITA

Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:29 WITA

Pakar Hukum Undana : Jika Terbukti Korupsi, Pengelola Program MBG dari Pusat hingga Daerah Harus Diproses

Senin, 25 Mei 2026 - 17:23 WITA

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi

Senin, 25 Mei 2026 - 14:19 WITA

Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:34 WITA

Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:45 WITA

Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:31 WITA

Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang

Berita Terbaru