Pelestarian Nilai Budaya Lamaholot
Tradisi Titi Jagung memiliki makna mendalam bagi masyarakat Lembata dan wilayah Lamaholot. Kegiatan ini menggambarkan kearifan lokal dalam mengolah hasil bumi bersama, mencerminkan ketekunan dan ketangguhan perempuan Lamaholot yang menjadi pilar sosial dan ekonomi keluarga.
“Budaya adalah kekuatan. Titi Jagung menjadi simbol perempuan Lamaholot yang tangguh, sabar, dan pantang menyerah,” tambah Bupati Tuaq.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain nilai sosial, Titi Jagung juga memiliki filosofi ketahanan pangan — ajaran untuk memanfaatkan hasil bumi secara bijak dan membangun kemandirian pangan lokal.
Budaya sebagai Fondasi Ketahanan Sosial
Menurut Maria Deda Nara, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lembata, Gebyar Titi Jagung menjadi sarana pelestarian identitas budaya daerah di tengah modernisasi.
“Melestarikan Titi Jagung berarti menjaga nilai gotong royong, solidaritas sosial, dan semangat persaudaraan masyarakat Lamaholot,” jelas Maria.
Bagi perantau asal Lembata, Titi Jagung juga memiliki nilai emosional—sebuah simbol kerinduan akan kampung halaman dan ajakan untuk kembali berkontribusi bagi daerah asal.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




