Gebyar Titi Jagung Lembata: Menghidupkan Gotong Royong dan Melestarikan Budaya Lamaholot

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 12 Oktober 2025 - 08:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Frederikus Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 326 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Gebyar Jagung Titi di kabupaten Lembata

Peserta Gebyar Jagung Titi di kabupaten Lembata

Pelestarian Nilai Budaya Lamaholot

Tradisi Titi Jagung memiliki makna mendalam bagi masyarakat Lembata dan wilayah Lamaholot. Kegiatan ini menggambarkan kearifan lokal dalam mengolah hasil bumi bersama, mencerminkan ketekunan dan ketangguhan perempuan Lamaholot yang menjadi pilar sosial dan ekonomi keluarga.

“Budaya adalah kekuatan. Titi Jagung menjadi simbol perempuan Lamaholot yang tangguh, sabar, dan pantang menyerah,” tambah Bupati Tuaq.

Selain nilai sosial, Titi Jagung juga memiliki filosofi ketahanan pangan — ajaran untuk memanfaatkan hasil bumi secara bijak dan membangun kemandirian pangan lokal.

Budaya sebagai Fondasi Ketahanan Sosial

Menurut Maria Deda Nara, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lembata, Gebyar Titi Jagung menjadi sarana pelestarian identitas budaya daerah di tengah modernisasi.

Baca Juga :  IGI Flores Timur Kecam Kekerasan Orang Tua Siswa terhadap Guru di SDN Kampung Baru Larantuka

“Melestarikan Titi Jagung berarti menjaga nilai gotong royong, solidaritas sosial, dan semangat persaudaraan masyarakat Lamaholot,” jelas Maria.

Bagi perantau asal Lembata, Titi Jagung juga memiliki nilai emosional—sebuah simbol kerinduan akan kampung halaman dan ajakan untuk kembali berkontribusi bagi daerah asal.

Berita Terkait

Guru Flores Timur Fransiskus Xaverius Berek Masuk Pengurus Pusat IGI 2026–2031
Gempa Dangkal Guncang Flores Timur, Puluhan Rumah di Adonara Timur Rusak
Prosesi Bahari Tuan Meninu di Larantuka, Tradisi Sakral Jumat Agung yang Mendunia
Remaja Masjid di Larantuka Dirikan Posko Gratis untuk Peziarah Semana Santa, Wujud Toleransi Nyata
Wabup Flores Timur Buka Festival Pune Lewo di Ile Boleng, Dorong Pariwisata dan UMKM
Uskup Larantuka Angkat 3 Deken Wilayah 2026–2031, Perkuat Pelayanan Pastoral
Polemik Putusan PN Labuan Bajo: Dugaan Tanah Negara Disahkan Jadi Milik Pribadi di Golo Karangan
Pius Payong, Seniman Adonara yang Sulap Limbah Jadi Karya dan Dirikan Taman Baca Gratis
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:23 WITA

Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:59 WITA

Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:22 WITA

Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA

Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:52 WITA

Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terbaru