Nah, kini 283.806 jiwa menanti gebrakan baru dari pemimpin ende baru yakni Bupati Tote dan Wabup Domi, kira-kira mampukah dua pemimpin Ende baru perjuangkan status Harla untuk diakui secara de-jure oleh pemeritah pusat.
Pertanyaan reflektif tersebut tentu tak mudah dijawab oleh Pemimpin Ende Baru yang diakui memiliki segudang jejaring dengan pemerintah pusat (networking), bahwa dari total penduduk yang mendiami Kabupaten Ende, terdapat ada harapan yang sama meratap dalam cemas yang sudah berpuluh – puluh tahun terkubur dalam ke tidak pastian terkait status.
Nah lima tahun kepemimpinan Bupati Tote dan Wabup Domi jika tidak mampu perjuangan maka pemimpin ende baru hanyalah pemimpi disiang bolong yang berharap mampu mendayu Sampan menuju Ibu Kota jakarta. Jika mimpi itu menjadi nyata maka alhasil siapapun nahkodanya bakal tenggelam ditengah lautan samudera penipuan berjemaah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ende Bukan Meksiko
Pak Marsel dan Pak Djafar telah membangun jalan tani perjuangan agar pemimpin -pemimpin setelah mereka tidak kesasar. Namun apa boleh buat pemimpin ende baru malah membuka jalan baru perjuangan yang dinilai amat kontroversial. Dimana, perayaan sakral katolik dikonsolidasi ke dalam urusan Pesta Kebangsaan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




