Mampukah Pemimpin Ende Baru Mendayu Sampan Menuju Jakarta ?

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 21 Mei 2025 - 13:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Marianus Y Laka Editor : Redaksi Dibaca 890 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marianus Y Laka, Sekretaris Pemuda Pancasila Ende

Marianus Y Laka, Sekretaris Pemuda Pancasila Ende

Opini Oleh ; Marianus Y Laka
Sekretaris Pemuda Pancasila Ende

Sekitar 283.806 jiwa penduduk ende yang menanti kepastian dalam cemas. Penantian tersebut terkait status Harla Pancasila yang dirayakan setiap 1 Juni, belum mendapatkan kepastian status terhadap pengakuan negara secara de – jure.

Sudah 10 kali ganti pemimpin di Kabupaten Ende dari Winokan, Aroebusman, Gadi Djou, Johanes Pake Pani, Paulinus Domi, Don Bosco Wangge, hingga Marsel Petu dan Ahmad Djafar, sudah maksimal membangun kabupaten ende dengan latar belakang pengetahuan yang dimiliki mereka masing – masing.

Namun sejarah telah tertulis dalam dokumen perjuangan bahwa baru di era – Bupati Marsel dan Bupati Djafar, mendapat pengakuan negara secara de – fakto terhadap status Hari lahirnya Pancasila di Kabupaten Ende.

Terlepas secara de – jure belum tiba pada harapan sejatinya masyarakat ende. Tapi tak bisa disangkal jejak history ke dua pemimpin sebelumnya patut diapresiasi. Karena baru di era mereka berdua pengakuan negara terkait Harla mendapat pengakuan secara defakto.

Baca Juga :  Kontraktor di Ende Ancam Segel Kantor Bupati dan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Apa yang Terjadi

Berita Terkait

Polres Ende Dirikan Tenda Darurat di SDK Pu’ubheto, Pastikan Siswa Tetap Belajar Pascagempa
Peduli Terhadap Gempa, Kapolres Ende Bersama Ketua Bhayangkari Salurkan Bantuan Kepada Warga Paupanda
Pasca-Gempa Flores, Polsek Maurole dan Airud Ropa Bersihkan Puing Rumah Warga Keliwumbu
FMNTT Surabaya Salurkan Bantuan Gempa Flores ke Warga Terdampak di Nagekeo
Kapolres Ende Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa SD Inpres Roworena 2 Pascagempa
Rumah Retak dan Bak Air Pecah, Warga Dobo Sikka Masih Bertahan di Luar Rumah
Trauma Healing Polda NTT dan Jatim Pulihkan Pengungsi Gempa di Maukaro
Rumah Warga Desa Koro Bhera Rusak Akibat Gempa 7,7 Magnitudo, Warga: “Belum Didata, Pemerintah Jangan Lupa Kami”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:09 WITA

Polres Ende Dirikan Tenda Darurat di SDK Pu’ubheto, Pastikan Siswa Tetap Belajar Pascagempa

Sabtu, 5 September 2026 - 19:20 WITA

Peduli Terhadap Gempa, Kapolres Ende Bersama Ketua Bhayangkari Salurkan Bantuan Kepada Warga Paupanda

Rabu, 2 September 2026 - 15:34 WITA

Pasca-Gempa Flores, Polsek Maurole dan Airud Ropa Bersihkan Puing Rumah Warga Keliwumbu

Rabu, 2 September 2026 - 07:52 WITA

FMNTT Surabaya Salurkan Bantuan Gempa Flores ke Warga Terdampak di Nagekeo

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Rumah Retak dan Bak Air Pecah, Warga Dobo Sikka Masih Bertahan di Luar Rumah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:22 WITA

Trauma Healing Polda NTT dan Jatim Pulihkan Pengungsi Gempa di Maukaro

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:28 WITA

Rumah Warga Desa Koro Bhera Rusak Akibat Gempa 7,7 Magnitudo, Warga: “Belum Didata, Pemerintah Jangan Lupa Kami”

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:58 WITA

Akses Jalan Pascagempa di Ndona Kembali Terbuka, Polres Ende Gerak Cepat Bantu Warga

Berita Terbaru

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Tak Berkategori

Indonesia Sedang Berduka Apakah Alam Sedang Mengingatkan Kita?

Senin, 7 Sep 2026 - 19:33 WITA