Mampukah Pemimpin Ende Baru Mendayu Sampan Menuju Jakarta ?

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 21 Mei 2025 - 13:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Marianus Y Laka Editor : Redaksi Dibaca 804 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marianus Y Laka, Sekretaris Pemuda Pancasila Ende

Marianus Y Laka, Sekretaris Pemuda Pancasila Ende

Opini Oleh ; Marianus Y Laka
Sekretaris Pemuda Pancasila Ende

Sekitar 283.806 jiwa penduduk ende yang menanti kepastian dalam cemas. Penantian tersebut terkait status Harla Pancasila yang dirayakan setiap 1 Juni, belum mendapatkan kepastian status terhadap pengakuan negara secara de – jure.

Sudah 10 kali ganti pemimpin di Kabupaten Ende dari Winokan, Aroebusman, Gadi Djou, Johanes Pake Pani, Paulinus Domi, Don Bosco Wangge, hingga Marsel Petu dan Ahmad Djafar, sudah maksimal membangun kabupaten ende dengan latar belakang pengetahuan yang dimiliki mereka masing – masing.

Namun sejarah telah tertulis dalam dokumen perjuangan bahwa baru di era – Bupati Marsel dan Bupati Djafar, mendapat pengakuan negara secara de – fakto terhadap status Hari lahirnya Pancasila di Kabupaten Ende.

Terlepas secara de – jure belum tiba pada harapan sejatinya masyarakat ende. Tapi tak bisa disangkal jejak history ke dua pemimpin sebelumnya patut diapresiasi. Karena baru di era mereka berdua pengakuan negara terkait Harla mendapat pengakuan secara defakto.

Baca Juga :  Panen Bawang Merah Kelompok TANI Bukit Modoliring, Bupati Sikka Beri Dukungan Penuh Untuk Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian
Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang
Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan
Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang
Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar
Wabup Flores Timur Tetapkan Status Gempa Beralih ke Masa Transisi Pemulihan
Fungsionaris Adat Nggorang Jadi Sorotan Setelah Dua Alas Hak SHM Keranga Terungkap
Ramang Ishaka dan Muhamad Syair Beri Klarifikasi, Irjen Pol (P) I Wayan Sukawinaya Sampaikan Catatan Kritis
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WITA

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:45 WITA

Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:31 WITA

Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:53 WITA

Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:59 WITA

Fungsionaris Adat Nggorang Jadi Sorotan Setelah Dua Alas Hak SHM Keranga Terungkap

Senin, 4 Mei 2026 - 13:41 WITA

Ramang Ishaka dan Muhamad Syair Beri Klarifikasi, Irjen Pol (P) I Wayan Sukawinaya Sampaikan Catatan Kritis

Selasa, 28 April 2026 - 12:23 WITA

Nelayan Flores Timur Hilang di Perairan Lamawohong, Tim Gabungan BPBD dan Basarnas Lakukan Pencarian

Berita Terbaru