Tragedi Ojol Dilindas Brimob di Jakarta, PMKRI Ende Kritik Keras Polri, Tuntut Evaluasi Nasional

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 29 Agustus 2025 - 12:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 1,169 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PMKRI Ende Marcelino Erlan Le'u

Ketua PMKRI Ende Marcelino Erlan Le'u

JAKARTA, – Kembali diguncang peristiwa tragis. Seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas mengenaskan setelah diduga dilindas brutal oleh oknum anggota Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). Rekannya, Moh. Umar Amirudin, juga mengalami luka parah.

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Ende Santo Yohanes Don Bosco mengecam keras aksi represif ini.

Baca Juga :  Mengguggah Rasa Kebersamaan, Safari Kamtibmas Kapolres Sikka Sikapi Langsung Keluh Kesah Masyarakat Paga

Ketua PMKRI Ende, Marselinus Erlan Le’u, menyebut tindakan tersebut bukan hanya melanggar prosedur, tetapi juga mencerminkan wajah gelap institusi Polri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami turut berbelasungkawa atas korban. Apa yang dilakukan oknum Brimob ini adalah bentuk premanisme yang tidak manusiawi,” ujar Marselinus.

Baca Juga :  Romo Yohanes Hans Monteiro Diumumkan sebagai Uskup Baru Larantuka, Dr. Karolus Karni Lando Ungkap Tanda-Tanda Sebelumnya

Menurut PMKRI, tragedi ini mengungkap masalah lebih dalam, buruknya kinerja Polri dalam menjamin kebebasan berpendapat yang dijamin Pasal 28E UUD 1945 dan UU No. 9 Tahun 1998.

Polri gagal menjalankan amanat konstitusi dalam mengawal kebebasan berpendapat.

Kegagalan institusi berakar dari lemahnya kepemimpinan Kapolri.

Berita Terkait

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian
Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang
Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan
Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang
Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar
Wabup Flores Timur Tetapkan Status Gempa Beralih ke Masa Transisi Pemulihan
Fungsionaris Adat Nggorang Jadi Sorotan Setelah Dua Alas Hak SHM Keranga Terungkap
Ramang Ishaka dan Muhamad Syair Beri Klarifikasi, Irjen Pol (P) I Wayan Sukawinaya Sampaikan Catatan Kritis
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WITA

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:45 WITA

Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:31 WITA

Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:53 WITA

Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:59 WITA

Fungsionaris Adat Nggorang Jadi Sorotan Setelah Dua Alas Hak SHM Keranga Terungkap

Senin, 4 Mei 2026 - 13:41 WITA

Ramang Ishaka dan Muhamad Syair Beri Klarifikasi, Irjen Pol (P) I Wayan Sukawinaya Sampaikan Catatan Kritis

Selasa, 28 April 2026 - 12:23 WITA

Nelayan Flores Timur Hilang di Perairan Lamawohong, Tim Gabungan BPBD dan Basarnas Lakukan Pencarian

Berita Terbaru