ENDE, – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Polisi Wanita Republik Indonesia (Polwan RI) tahun ini kembali diwarnai aksi bakti sosial.
Polwan Polres Ende membagikan paket sembako kepada panti asuhan, pekerja harian lepas, serta purnawirawan dan warakawuri di Kabupaten Ende.
Sekilas, kegiatan ini dipandang positif, masyarakat menerima bantuan, Polwan tampil di tengah publik, dan hubungan polisi–masyarakat terlihat hangat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, di balik seremoni ini muncul pertanyaan kritis, apakah kegiatan bakti sosial Polwan hanya menjadi agenda tahunan simbolis, atau benar-benar menjawab kebutuhan mendasar masyarakat?
Latar Belakang dan Pola Tahunan
Bakti sosial Polri, termasuk oleh Polwan, bukan hal baru. Setiap tahun, hampir di semua daerah, kegiatan serupa digelar dalam rangka HUT.
Paket sembako diberikan, foto dokumentasi tersebar, lalu agenda berganti. Sayangnya, tidak pernah ada laporan publik yang menjelaskan sejauh mana bantuan ini berkelanjutan dan berdampak nyata.
Perspektif Masyarakat
Sejumlah penerima bantuan menyambut baik aksi Polwan Ende. Bagi panti asuhan atau pekerja harian lepas, sembako jelas meringankan kebutuhan sesaat. Tetapi, sebagian warga juga mempertanyakan, mengapa kegiatan ini hanya berlangsung saat HUT atau momentum tertentu?
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




