Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : KKL Editor : Redaksi Dibaca 15 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Oleh : Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Tulisan Radar NTT berjudul “Ketika Adriano Padama ‘Mengambil Alih’ Peran Anggota Dewan” menurut saya merupakan kritik demokrasi yang penting. Tulisan tersebut layak menjadi bahan refleksi, bukan hanya bagi anggota DPR RI yang mewakili Nusa Tenggara Timur, tetapi juga bagi masyarakat sebagai pemegang mandat demokrasi.

Baca Juga :  Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Saya justru ingin memberikan apresiasi kepada Adriano Padama, mahasiswa asal Alor, yang berani menyampaikan persoalan harga beras di daerahnya secara langsung kepada Menteri Pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberanian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat, terutama generasi muda, tidak boleh diam ketika berhadapan dengan persoalan yang menyangkut kehidupan rakyat.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran Presiden Prabowo, Gubernur NTT Terpilih ; Fokus pada Kepentingan Rakyat

Namun, dari peristiwa tersebut muncul pertanyaan yang jauh lebih besar

Mengapa persoalan rakyat harus terlebih dahulu disampaikan oleh seorang mahasiswa kepada seorang menteri, sementara kita memiliki anggota DPR RI yang memang memperoleh mandat dari rakyat untuk menyerap aspirasi, memperjuangkan kepentingan masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan?

Berita Terkait

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Kamis, 30 April 2026 - 20:23 WITA

May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Berita Terbaru