Indonesia, lanjutnya, harus segera mengadopsi standar internasional seperti MARPOL dan SOLAS, serta memperkuat pengawasan domestik agar pelabuhan dan armada nasional tetap kompetitif.
Di era maritim digital, Indonesia perlu menyiapkan diri menghadapi tantangan baru. Dari ancaman cyber attack, sabotase sistem pelacakan kapal, hingga tuntutan dekarbonisasi dan digitalisasi rantai pasok.
“Keamanan maritim kini bukan hanya soal bajak laut. Tapi juga soal keamanan digital pelabuhan dan data,” ujar Capt. Hakeng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
IMW 2025 adalah yang pertama kali digelar di Indonesia, dan sukses menempatkan Tanah Air sebagai aktor utama dalam percaturan maritim Asia.
“Dengan pendekatan digital, berkelanjutan, dan kolaboratif, kita tidak hanya bicara masa depan maritim Indonesia, tetapi juga posisi kita dalam geopolitik global,” tutup Capt. Hakeng.



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




