Ia mengkritik struktur pengelolaan yang terbagi antara Kementerian PUPR untuk jembatan dan Kementerian Perhubungan (KSOP) untuk lalu lintas sungai.
Minimnya mekanisme komando terpadu membuat penanganan insiden menjadi lamban dan tidak menyeluruh.
Capt. Hakeng mendorong pemasangan fender elastis di sekitar tiang jembatan sebagai langkah teknis strategis yang terbukti efektif di negara lain. Ia juga menekankan perlunya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Integrasi data lintas sektor
Navigasi berbasis radar & CCTV, Zonasi pelayaran aman, Sistem peringatan dini (early warning system)
“Lebih dari 20 kali tabrakan terjadi sejak jembatan dibangun, tapi belum ada fender dipasang secara permanen,” tegasnya.
Insiden ini, kata Hakeng, adalah momentum untuk menyatukan keselamatan dan keberlanjutan ekonomi dalam satu kebijakan.
Tanpa itu, investasi bisa lari, logistik terganggu, dan kepercayaan publik tergerus.
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




