Kupang, Liputanflores.com, – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena resmi membuka Piala Gubernur Liga Pelajar Soeratin U-17 2025 yang digelar di Lapangan Oepoi, Kota Kupang, Senin (21/7/2025).
Turnamen ini diikuti oleh 20 tim pelajar dari berbagai kabupaten/kota di NTT.
Dalam sambutannya, Gubernur Laka Lena menekankan bahwa turnamen ini tidak hanya sebatas kompetisi antar pelajar, melainkan juga menjadi ruang seleksi atlet muda berbakat untuk naik ke level profesional, baik nasional maupun internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sepak bola bukan lagi sekadar olahraga prestasi. Ini bisa menjadi industri yang menggerakkan ekonomi masyarakat dan berkontribusi pada PAD NTT,” tegas Gubernur Melki, didampingi Wakil Gubernur Johni Asadoma, Ketua KONI NTT Yosep Naisoe, dan Ketua PSSI NTT Crist Mbuik.
Gubernur juga menyinggung keberhasilan pemain muda asal NTT seperti Victor Dethan dan Frangky Missa yang saat ini tampil di Liga U-23 Nasional sebagai contoh nyata potensi talenta dari daerah.
Turnamen ini merupakan piala bergilir dari Bintang Timur Atambua, juara Soeratin U-17 tahun 2024.
Jadwal pertandingan dibagi menjadi empat pertandingan setiap hari, dimulai pukul 13.30 WITA hingga maksimal pukul 22.00 WITA.
Sebagai laga pembuka, menyajikan Bintang Timur Atambua vs BMU Alor Pantar, Perss Soe vs Persisteng Sumba Tengah,
Pembagian Grup Soeratin U-17 2025
Group A
PS. Kab Kupang
Tiara Nusa
Kristal FC
Persesba Sumba Barat
Persada SBD
Group B
Nirwana 04
Sergio FC
Citra Bakti Ngada
PS. Malaka
Perserond Rote Ndao
Group C
BMU Alor Pantar
Bintang Timur Atambua
Persisteng
Perss Soe
Group D
Persap Alor
BMP Flotim
Platina FC
Persebata Lembata
Perse Ende
Meski turnamen ini rutin digelar dan mendapat atensi kepala daerah, namun sejauh mana output-nya terukur? Peserta diharapkan untuk dilakukan pembinaan jangka panjang atau hanya sebatas ceremonial olahraga tahunan?
NTT memiliki potensi besar dalam sepak bola usia muda, namun selama tidak ada sistem pembinaan berkelanjutan pasca turnamen, prestasi akan stagnan.
Pemerintah daerah, KONI, hingga Askab PSSI harus bersinergi dalam membangun ekosistem sepak bola yang profesional dan berbasis data.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




