Rekam Jejak Sengketa Tanah dan Laporan Hukum Pater Marsel Ogot Kembali Jadi Sorotan Publik Labuan Bajo

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Nardy Jaya Editor : Redaksi Dibaca 128 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto ; Foto Fb Pater Marsel Agot

Ket Foto ; Foto Fb Pater Marsel Agot

MABAR, – Nama Pater Marsel Ogot, SVD kembali menjadi sorotan publik setelah serangkaian sengketa tanah di Labuan Bajo yang sering menyeret namanya yang identik melawan umatnya sendiri.

Dikutip dari beberapa pemberitaan media online bahwa selain doyan terlibat dalam sejumlah sengketa tanah, Imam katolik ini juga sering mempidanakan umatnya sendiri untuk masuk ke jeruji besi.

Dikutip dari media online iNews Flores.id yang terbit pada Jumat 5 Desember 2025  bahwa Pater Marsel Agot, SVD pernah melaporkan Rahardjo ke Polres Manggarai Barat atas kasus dugaan penipuan. Namun laporan Pater Marsel Agot SVD itu kemudian dihentikan atau SP3 oleh polisi karena tidak memenuhi unsur pidana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diberitakan media tersebut bahwa Pater Marsel Agot SVD justru lebih dulu dilaporkan oleh Rahardjo jauh sebelum ia melaporkan Rahardjo dengan dugaan penipuan dan penggelapan.

Masih dikutip iNews Flores.id bahwa laporan terhadap Pater Marsel Agot SVD ini dilayangkan oleh Rahardjo melalui kuasa hukumnya, Irjen Pol (Purn) Drs. I Wayan Sukawinaya, M.Si, dan teregister dalam LP/B/151/VII/2025/SPKT/Polda NTT tertanggal 29 Juli 2025.

Baca Juga :  Putusan MA Menang, Tapi Administrasi Tersendat: Dugaan Oknum BPN Persulit Pengurusan Tanah Mencuat

Kuasa hukumnya Rahardjo, Irjen Pol (Purn) Drs. I Wayan Sukawinaya sebagaimana dikutip iNews Flores.id menjelaskan bahwa kasus  dugaan penipuan dan penggelapan oleh Pater Marsel Agot berawal ketika terlapor Pater Marsel Agot mengaku memiliki tanah di Wae Cicu Timur seluas 10.400 m².

Saat itu Marsel Agot juga menunjukkan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Nelce Tarapanjang. Ia juga berjanji akan menghadirkan pemilik sah dalam proses transaksi. Namun, selama hampir 10 bulan, pemilik yang dijanjikan tak kunjung dihadirkan.

Pada 2019, Rahardjo akhirnya menemui langsung Nelce Tarapanjang bersama suaminya, I Made Susila, di Bali dengan membawa SHM yang sebelumnya ditunjukkan. Dari pertemuan itu, Rahardjo mengaku terkejut karena pemilik sah menyatakan tidak pernah menjual tanah tersebut kepada siapa pun, termasuk kepada Pastor Marsel Ogot.

Karena tetap berminat, Rahardjo kemudian membeli tanah tersebut langsung dari pemilik sah melalui prosedur hukum di hadapan notaris. Semebtara total dana yang telah dikeluarkan Rahardjo disebut mencapai Rp1.020.000.000 kepada Pastor Marsel Agot SVD. Kuasa hukum Rahardjo menilai dana yang telah dibayarkan kepada Pastor Marsel Agot SVD patut diduga sebagai bentuk penggelapan.

Baca Juga :  Natal bersama FP NTT se jawa Timur di gelar 9 januari di Hotel Atria Kota malang.

Kemudian pada awal Februari 2026, Pater Marsel Agot SVD Kembali melaporkan umatnya yang lain yakni Alosius Oba dan kawan kawan kawannya. Mereka laporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan menyebarkan berita bohong melalui pemberitaan media online. Kasus ini sedang dilidik oleh Polres Manggarai Barat.

Pater Marsel Agot juga miliki sejumlah bisnis yakni Hotel Perundi di sekitaran kawasan Bandara Komodo dan SPBU Sernaru di Labuan Bajo.

Dikutip dari detikbali yang terbit pada edisi Jumat 27 Juni 2025 PT. Perundi Unit SPBU Perundi Sernaru pernah melakuakn pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak kepada terhadap Ferdinandus Darling.

Ferdinandus Darling padahal sudah bekerja selama 12 tahun sebagai Operator SPBU Pertamina Sernaru.

Mirisnya, Ferdinandus yang mengalami kecelakaan pada jam kerja yakni ditabrak mobil saat bekerja mengisi bahan bakar minyak ditempat ia bekerja. Sayangnya, setelah sembuh dari kecelakaan Ferdinandus yang berniat untuk bekerja kembali justeru ditolak oleh perusahan SPBU Sernaru.

Baca Juga :  Fungsionaris Adat Nggorang Jadi Sorotan Setelah Dua Alas Hak SHM Keranga Terungkap

Ferdinandus sudah tiga kali menemui perusahaan agar dia dipekerjakan kembali, yaitu pada 13 November 2023, 3 Februari, dan 4 Maret 2024. Namun, PT Prundi Unit SPBU Prundi Sernaru menolak mempekerjakan Ferdinandus dengan alasan sudah ada penggantinya.

“Permintaan tersebut tidak diladeni atau ditolak oleh pihak perusahaan karena alasan sudah ada pengganti sejak korban mengalami kecelakaan kerja,” ungkap Sintus F Jemali, kuasa hukum Ferdinandus, Jumat (27/6/2025) sebagaimana dikutip media online detikbali.

Sintus menjelaskan, Ferdinandus bekerja di PT Prundi Unit SPBU Prundi Sernaru mulai 27 April 2010 hingga 19 Februari 2022 atau pada hari mengalami kecelakaan kerja tersebut. Ferdinandus bekerja belasan tahun di perusahaan tersebut berdasarkan surat perjanjian kerja Nomor:57/PERUNDI/V B/2010.

Media ini mencoba menghubungi Pater Marsel Agot untuk mengkonfirmasi beberapa hal yang diberitakan. Namun, hingga berita ini terbit, pesan yang dikirim dan panggilan seluler tida menjawab. Media ini terus berupaya untuk mengkonfirmasi dan memberikan ruang klarifikasi untuk memenuhi prinsip keberimbangan atau cover both side.

Berita Terkait

Camat Detukeli Soroti Infrastruktur Dasar, Minta Pemkab Ende Serius Benahi Jalan Antar-Kecamatan
Perempuan Lansia Jadi Korban Kekerasan, Komnas Perempuan Soroti Tuntutan 5 Bulan Penjara
Mengenang Gonzalo Gratianus Muga Sada, Sahabat Seperjuangan dan Saudara dalam Pengabdian
Pengurus Kwarran Pramuka Ile Boleng 2026-2029 Dilantik, Wabup Flotim Tekankan Pengabdian
Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik
BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki
Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini
Pengadaan 700 Sapi Dipangkas Jadi 150 Ekor, PRIMA Flores Timur Ingatkan Risiko Hukum
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Dari NTT untuk NTT, APS Kupang Buka Lapangan Kerja dan Bangun SDM Profesional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam

Senin, 28 September 2026 - 21:44 WITA

Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08 WITA

Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud

Kamis, 17 September 2026 - 13:27 WITA

Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa

Minggu, 13 September 2026 - 07:09 WITA

Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 08:40 WITA

KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Berita Terbaru