Bupati Ende Tegaskan Tidak Ada “Matahari Kembar” dalam Kepemimpinannya: Fokus Satu Komando

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 5 April 2025 - 18:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 432 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yoseph Benediktus Badeoda Bupati Ende ketika memberikan keterangan pers kepada media, 30 Maret 2025/Ket Foto ; I.Like

Yoseph Benediktus Badeoda Bupati Ende ketika memberikan keterangan pers kepada media, 30 Maret 2025/Ket Foto ; I.Like

LIPUTANFLORES.COM|ENDE, – Bupati Ende, Tote Badeoda, menegaskan bahwa dalam era kepemimpinannya yang mengusung tagline “Ende Baru”, tidak ada ruang bagi dualisme kepemimpinan.

Ia menyebut, sistem pemerintahan daerah harus berjalan dalam satu garis komando, tanpa adanya “matahari kembar”.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara silaturahmi bersama puluhan awak media di rumah jabatan Bupati Ende, Minggu 30 Maret 2025.

“Saya tegaskan, tidak boleh ada matahari kembar dalam masa kepemimpinan saya. Kedudukan tertinggi di daerah ini adalah kepala daerah, yaitu Bupati Ende,” ujar Tote Badeoda dengan tegas.

Menurutnya, permasalahan dalam pemerintahan sering muncul ketika ada pihak yang mencoba menciptakan dua pusat kekuasaan.

Baca Juga :  Arah Baru Ende ; Antara Janji Bupati dan Realita di Lapangan

Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh ASN dan pimpinan OPD di Kabupaten Ende agar tetap mematuhi jalur struktural dan administratif yang sah.

Ia juga menekankan bahwa semua laporan dan keputusan harus melalui kepala daerah.

Bahkan, wakil kepala daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan tanpa persetujuan bupati.

Berita Terkait

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian
Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang
Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan
Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang
Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar
Wabup Flores Timur Tetapkan Status Gempa Beralih ke Masa Transisi Pemulihan
Fungsionaris Adat Nggorang Jadi Sorotan Setelah Dua Alas Hak SHM Keranga Terungkap
Ramang Ishaka dan Muhamad Syair Beri Klarifikasi, Irjen Pol (P) I Wayan Sukawinaya Sampaikan Catatan Kritis
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WITA

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:45 WITA

Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:31 WITA

Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:53 WITA

Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:59 WITA

Fungsionaris Adat Nggorang Jadi Sorotan Setelah Dua Alas Hak SHM Keranga Terungkap

Senin, 4 Mei 2026 - 13:41 WITA

Ramang Ishaka dan Muhamad Syair Beri Klarifikasi, Irjen Pol (P) I Wayan Sukawinaya Sampaikan Catatan Kritis

Selasa, 28 April 2026 - 12:23 WITA

Nelayan Flores Timur Hilang di Perairan Lamawohong, Tim Gabungan BPBD dan Basarnas Lakukan Pencarian

Berita Terbaru