“Total panjang jalan yang terdampak sekitar 200 meter,” lapor salah satu staf kepada Kepala Dinas.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Benyamin Nahak langsung meminta tim teknis menyusun sketsa dan rencana penanganan darurat di lapangan.
Menurut Benyamin, ruas jalan di Kecamatan Wewaria menjadi prioritas utama karena tingkat kerusakannya paling parah dibandingkan titik lain yang terdampak banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ruas jalan ini langsung kami tangani tahun ini menggunakan dana BTT. Jika dibiarkan, risikonya sangat besar bagi keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, langkah awal penanganan difokuskan pada restorasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan mengembalikan alur Sungai Loworea ke jalur lamanya guna mencegah erosi lanjutan.
“Kami akan menelusuri morfologi sungai, mulai dari lebar, kedalaman, kemiringan aliran, lebar banjir, hingga jenis material dasar sungai,” jelas Benyamin.
Tahap berikutnya adalah normalisasi sungai, meliputi pengerukan sedimen, pelebaran badan sungai, serta penguatan tebing. Langkah ini dinilai penting untuk memperlancar aliran air, mencegah banjir susulan, dan melindungi permukiman warga di sekitar bantaran sungai.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



