Disambut dengan Ritual Adat Lamaholot
Prosesi penyambutan berlangsung dengan sejumlah ritual adat khas Lamaholot, yakni Wua Wayak, Koli Kebako, dan Bau Lolon. Tradisi tersebut melambangkan penghormatan, penerimaan, serta doa restu bagi tamu yang datang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Suasana semakin semarak ketika anak-anak menampilkan Tarian Hedung di gerbang utama Paroki Santo Yoseph Tanah Boleng. Tarian tradisional khas Lamaholot itu menjadi simbol persaudaraan, penghormatan, dan sukacita umat dalam menyambut para gembala baru mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ratusan umat mengikuti seluruh rangkaian acara. Selain umat Paroki Santo Yoseph Tanah Boleng, hadir pula umat dari Paroki Belogili dan Paroki Lite yang mengantar kedua imam dari tempat tugas sebelumnya menuju Tanah Boleng.
Kehadiran umat dari berbagai paroki tersebut mencerminkan eratnya persaudaraan dalam Gereja Katolik di wilayah Dekenat Adonara serta menjadi bentuk dukungan terhadap tugas perutusan kedua imam.
Apresiasi untuk Romo Alo Dore
Dalam kesempatan yang sama, umat juga menyampaikan apresiasi kepada Romo Alo Dore yang sebelumnya melayani di Paroki Santo Yoseph Tanah Boleng dan kini mendapat kepercayaan sebagai Romo Deken Adonara.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




