Namun, skeptisisme tetap ada, apakah ini benar-benar strategi pembangunan ekonomi, atau hanya sekadar euforia seremonial yang akan meredup seiring waktu?
Di sebuah warung kopi di sudut Kota Ende, seorang pedagang kaki lima tersenyum tipis saat mendengar rencana festival. “Semoga bukan cuma buat yang di atas,” katanya singkat, sambil terus meracik kopi untuk pelanggannya.
Mimpi “Ende Baru” di Persimpangan Jalan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pidatonya, Bupati Yosef menekankan bahwa pilkada telah usai. Kini saatnya bersatu membangun Ende. Sebuah ajakan yang penuh harapan, tetapi juga tantangan. Karena di balik kata-kata besar, ada tuntutan nyata yang harus dipenuhi.
Masyarakat tidak hanya menunggu gebrakan 100 hari, tetapi juga langkah-langkah konkret dalam lima tahun ke depan. Akankah Ende benar-benar berbenah, atau sekadar berganti wajah dengan permasalahan yang sama?
Waktu akan menjadi saksi, dan rakyat akan menjadi hakimnya.



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




