“Keempat persoalan ini menjadi bumerang jika tidak segera dituntaskan. Masyarakat sudah jenuh dengan janji-janji kosong. Kita berharap kepemimpinan baru bisa segera mengambil langkah konkret,” tegas Yani Kota saat dihubungi melalui telepon pada Minggu, 23 Februari 2025.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tagline Ende Baru yang diusung selama kampanye tidak boleh hanya menjadi slogan kosong.
Yani mengingatkan bahwa janji politik yang telah diutarakan selama masa kampanye terekam jelas dalam jejak digital.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan demikian, tak ada alasan bagi Bupati dan Wakil Bupati untuk tidak menepati janji-janji tersebut, terutama dalam 100 hari kerja pertama.
“Rakyat butuh aksi nyata, bukan sekadar seremonial dan pidato manis. Pak Tote dan Pak Domi harus mampu menjawab harapan masyarakat dengan kebijakan konkret,” tegasnya.
Kini, bola panas ada di tangan Bupati dan Wakil Bupati Ende. Masyarakat menanti gebrakan nyata, bukan sekadar basa-basi politik.
Akankah mereka mampu menuntaskan berbagai persoalan warisan dari pemerintahan sebelumnya? Ataukah mereka justru akan terjebak dalam pusaran permasalahan yang sama? Waktu yang akan menjawab.
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




