Gereja Keuskupan Labuan Bajo Dorong Transformasi Pastoral Melalui Sapta Alih

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 15 Januari 2025 - 09:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Selvianus Hadun Editor : Redaksi Dibaca 1,062 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang Pastoral Post Natal Keuskupan Labuan Bajo/Sumber Foto ; Selvianus Hadun

Sidang Pastoral Post Natal Keuskupan Labuan Bajo/Sumber Foto ; Selvianus Hadun

Gereja memulai inisiatif pelestarian lingkungan seperti program penanaman mangrove di pesisir Labuan Bajo untuk menjaga ekosistem laut dan memberikan edukasi tentang tanggung jawab ekologis.

Romo Manfred meyakinkan pendengarnya bahwa dengan mengimplementasikan Sapta Alih secara konkret, Gereja Keuskupan Labuan Bajo tidak hanya menjadi tempat peribadatan, tetapi juga agen perubahan yang transformatif di tengah masyarakat”.

Baca Juga :  Dinas PK Berkomitmen Kembalikan Ende Sebagai Kota Pelajar

“Upaya ini diharapkan dapat menjawab tantangan kontekstual seperti pariwisata super premium, kemiskinan, dan degradasi lingkungan, serta memperkuat peran Gereja sebagai saksi nyata karya keselamatan Kristus di dunia” Tutur Romo Manfred.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penerapan pendekatan ini memerlukan komitmen bersama dari seluruh elemen Gereja, baik klerus maupun awam, untuk menghadirkan wajah Kristus yang penuh kasih di tengah dunia yang semakin kompleks.

Baca Juga :  Pemuda Pancasila Ende Kritik Anggaran Rp1,5 Miliar untuk ETMC, Desak Pembangunan Dermaga Reka Kekasewa

Romo Manfred mengakhiri materinya dengan mengajak semua umat untuk terlibat aktif dalam karya pastoral, sehingga nilai-nilai Kerajaan Allah dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait

Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik
BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki
Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini
Pengadaan 700 Sapi Dipangkas Jadi 150 Ekor, PRIMA Flores Timur Ingatkan Risiko Hukum
Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran
Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik
Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:19 WITA

Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik

Rabu, 16 September 2026 - 22:58 WITA

BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki

Rabu, 16 September 2026 - 08:53 WITA

Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini

Sabtu, 12 September 2026 - 19:09 WITA

Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende

Kamis, 10 September 2026 - 23:37 WITA

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WITA

Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat

Senin, 7 September 2026 - 19:09 WITA

Polres Ende Dirikan Tenda Darurat di SDK Pu’ubheto, Pastikan Siswa Tetap Belajar Pascagempa

Berita Terbaru