Gereja memulai inisiatif pelestarian lingkungan seperti program penanaman mangrove di pesisir Labuan Bajo untuk menjaga ekosistem laut dan memberikan edukasi tentang tanggung jawab ekologis.
Romo Manfred meyakinkan pendengarnya bahwa dengan mengimplementasikan Sapta Alih secara konkret, Gereja Keuskupan Labuan Bajo tidak hanya menjadi tempat peribadatan, tetapi juga agen perubahan yang transformatif di tengah masyarakat”.
“Upaya ini diharapkan dapat menjawab tantangan kontekstual seperti pariwisata super premium, kemiskinan, dan degradasi lingkungan, serta memperkuat peran Gereja sebagai saksi nyata karya keselamatan Kristus di dunia” Tutur Romo Manfred.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penerapan pendekatan ini memerlukan komitmen bersama dari seluruh elemen Gereja, baik klerus maupun awam, untuk menghadirkan wajah Kristus yang penuh kasih di tengah dunia yang semakin kompleks.
Romo Manfred mengakhiri materinya dengan mengajak semua umat untuk terlibat aktif dalam karya pastoral, sehingga nilai-nilai Kerajaan Allah dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



