SIKKA, – Nusa Tenggara Timur (NTT) didorong untuk keluar dari stigma sebagai provinsi yang terus bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam pertemuan strategis Partai Golkar di Capa Resort, Kabupaten Sikka, Kamis (12/02/2026), gagasan penerbitan Obligasi Daerah mengemuka sebagai solusi konkret mengatasi kebuntuan fiskal.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Anggota MPR RI sekaligus politisi senior Golkar, Melchias Markus Mekeng, menegaskan bahwa sudah saatnya NTT berani mandiri dalam pembiayaan pembangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan bertema “Obligasi Daerah Sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Daerah dan Instrumen Investasi Publik” itu menjadi momentum penting untuk mendorong terobosan kebijakan fiskal daerah.
Keluar dari Ketergantungan APBN
Melki Laka Lena menilai, ketergantungan berlebihan terhadap dana transfer pusat membuat banyak proyek strategis di NTT terhambat.
“Ini bukan lagi soal mau atau tidak mau, ini kebutuhan mendesak. Kita punya pelabuhan, pariwisata, sumber daya alam, tapi kita sering lumpuh karena keterbatasan modal. Obligasi daerah adalah cara kita menjemput energi dari rakyat sendiri, termasuk diaspora NTT,” tegas Melki.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




