Lima Desa di Flores Timur Terisolasi saat Musim Hujan, Warga Bangun Jembatan Darurat dari Batang Kelapa

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 13 Februari 2025 - 09:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 967 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga bergotong royong bangun jembatan darurat dari barang pohon kelapa

Warga bergotong royong bangun jembatan darurat dari barang pohon kelapa

Menurutnya, tidak adanya jembatan permanen di lokasi tersebut menjadi permasalahan utama yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Saat air sungai meluap, warga tidak memiliki alternatif lain selain menunggu air surut atau berusaha membuat jembatan sementara seperti yang dilakukan saat ini.

Keluhan Warga Soal Infrastruktur Minim Perhatian

Warga telah lama mengeluhkan minimnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur terkait infrastruktur jalan dan jembatan.

Menurut mereka, setiap tahun kondisi ini berulang, namun hingga kini belum ada solusi jangka panjang dari pihak berwenang.

“Setiap musim hujan, kami selalu terisolasi. Jika ada warga sakit dan perlu dibawa ke rumah sakit di Larantuka, kami harus menunggu hingga air surut, yang bisa memakan waktu berhari-hari,” ungkap seorang warga Desa Patisirawalang.

Baca Juga :  Apebuan Cup 2025 Ricuh, Kelalaian Panitia, Protes Askab Lembata, dan Alarm Pengelolaan Sepak Bola Lokal

Dia berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen agar warga tidak lagi mengalami kesulitan serupa di tahun-tahun mendatang.

Imbauan Polisi : Waspadai Cuaca Ekstrem

Berita Terkait

Gempa Dangkal Guncang Flores Timur, Puluhan Rumah di Adonara Timur Rusak
Prosesi Bahari Tuan Meninu di Larantuka, Tradisi Sakral Jumat Agung yang Mendunia
Remaja Masjid di Larantuka Dirikan Posko Gratis untuk Peziarah Semana Santa, Wujud Toleransi Nyata
Wabup Flores Timur Buka Festival Pune Lewo di Ile Boleng, Dorong Pariwisata dan UMKM
Uskup Larantuka Angkat 3 Deken Wilayah 2026–2031, Perkuat Pelayanan Pastoral
Polemik Putusan PN Labuan Bajo: Dugaan Tanah Negara Disahkan Jadi Milik Pribadi di Golo Karangan
Pius Payong, Seniman Adonara yang Sulap Limbah Jadi Karya dan Dirikan Taman Baca Gratis
Majelis Hakim PN Labuan Bajo Disorot, Tanah Negara di Keranga Diduga Berubah Jadi Milik Perorangan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:59 WITA

Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:22 WITA

Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA

Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:52 WITA

Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terbaru