Memohon Doa Restu Para Leluhur, Keluarga Ibrahim Hanta Gelar Ritual Adat di Tanah Keranga

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 23 Desember 2024 - 16:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 1,283 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memohon Doa Restu Para Leluhur, Keluarga Ibrahim Hanta Gelar Ritual Adat di Tanah Keranga/Ket Foto : Nardy Jaya

Memohon Doa Restu Para Leluhur, Keluarga Ibrahim Hanta Gelar Ritual Adat di Tanah Keranga/Ket Foto : Nardy Jaya

“Hal ini bisa diartikan sebagai upaya “membunuh kami”, karena waktu konflik diperpanjang. Ingat, sudah 10 tahun kami tidak mengolah tanah pertanian ini,” tegas Jon

Menurut Jon Kadis bahwa, Surat alas hak 10 Maret 1990 bagi anak-anak Niko Naput dan Santosa Kadiman adalah surat setan mafia. Mereka naik banding karena surat itu. Padahal surat itu tidak diakui satgas Kejagung untuk penerbitan ke-5 SHM itu.

Baca Juga :  HUT ke-12 AWAS, Tanam 270 Mangrove Cegah Abrasi di Nangahale dan Gelar Pangan Murah untuk Warga

“Batas-nya mereka tidak tahu saat sidang pemeriksaan setempat. Bahkan dapat diduga kuat surat alas hak 16 ha itu palsu bikinan mereka sendiri,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ritual dan Doa: Mempertaruhkan Nyawa dan Kehormatan

Ritual adat dan doa bersama ini bukan hanya sekadar upacara, melainkan juga sumpah yang dituangkan dengan darah. Hewan kurban seekor kambing putih, ayam berbulu putih, dan ayam berbulu coklat, disembelih dan darahnya ditumpahkan ke tanah sebagai simbol sumpah yang mengikat mereka pada tanah leluhur ini. Sumpah ini menegaskan komitmen keluarga untuk mempertahankan tanah ini hingga akhir hayat, meskipun harus mengorbankan jiwa raga.

Baca Juga :  Menpora Dito Ariotedjo dan Gubernur NTT Emanuel Melki Laka Lena Dorong Labuan Bajo Jadi Wisata Olahraga Kelas Dunia

Berita Terkait

Rumah Retak dan Bak Air Pecah, Warga Dobo Sikka Masih Bertahan di Luar Rumah
Trauma Healing Polda NTT dan Jatim Pulihkan Pengungsi Gempa di Maukaro
Rumah Warga Desa Koro Bhera Rusak Akibat Gempa 7,7 Magnitudo, Warga: “Belum Didata, Pemerintah Jangan Lupa Kami”
Akses Jalan Pascagempa di Ndona Kembali Terbuka, Polres Ende Gerak Cepat Bantu Warga
Ganjar Pranowo Kunjungi Warga Terdampak Gempa di Dhawe, Bawa Bantuan dan Tim Medis
Pasca Gempa, Warga Ulu Pulu 1 Mengaku Belum Terima Bantuan: “Pak Presiden Prabowo, Jangan Lupa Kami”
HUT ke-81 RI di Ile Boleng, Semangat Kemerdekaan Didorong Jadi Energi Pembangunan
Lowonara dan Belle Berdamai, Upacara Adat Jadi Penanda Berakhirnya Konflik
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Rumah Retak dan Bak Air Pecah, Warga Dobo Sikka Masih Bertahan di Luar Rumah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:22 WITA

Trauma Healing Polda NTT dan Jatim Pulihkan Pengungsi Gempa di Maukaro

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:28 WITA

Rumah Warga Desa Koro Bhera Rusak Akibat Gempa 7,7 Magnitudo, Warga: “Belum Didata, Pemerintah Jangan Lupa Kami”

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:58 WITA

Akses Jalan Pascagempa di Ndona Kembali Terbuka, Polres Ende Gerak Cepat Bantu Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:21 WITA

Pasca Gempa, Warga Ulu Pulu 1 Mengaku Belum Terima Bantuan: “Pak Presiden Prabowo, Jangan Lupa Kami”

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:58 WITA

HUT ke-81 RI di Ile Boleng, Semangat Kemerdekaan Didorong Jadi Energi Pembangunan

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:36 WITA

Lowonara dan Belle Berdamai, Upacara Adat Jadi Penanda Berakhirnya Konflik

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:15 WITA

TMI Ende Kukuhkan Korcam-Kordes Kota Baru, Serahkan Combine Harvester untuk Petani

Berita Terbaru