Ribuan Umat Ikut Mengiringi
Ribuan umat Katolik turut ambil bagian dalam prosesi laut ini dengan menggunakan perahu kecil hingga kapal yang mengiringi sampan utama. Arak-arakan ini menciptakan pemandangan religius yang unik dan sarat makna.
Prosesi tahun ini semakin istimewa dengan kehadiran nelayan dari Lamalera yang membawa peledang, perahu tradisional pemburu paus. Kehadiran mereka menjadi simbol persaudaraan antara masyarakat Larantuka dan Lembata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berok, Sampan Sakral Pengangkut Patung
Sampan utama dalam prosesi ini dikenal sebagai “berok”, berukuran sekitar 8 meter dengan lebar 80 sentimeter dan dicat hitam. Sampan tersebut didayung oleh lima orang nelayan yang memiliki nazar rohani atau promesa.
Para pendayung umumnya berasal dari keluarga yang telah turun-temurun terlibat dalam tradisi ini, sehingga memahami tata cara sakral prosesi secara mendalam.
Dilanjutkan Prosesi Darat hingga Malam Hari
Setelah prosesi laut selesai, rangkaian dilanjutkan dengan perarakan darat pengantaran Patung Tuan Ma (Bunda Maria) dan Patung Tuan Ana (Yesus) menuju Gereja Katedral Larantuka.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



