Ribuan umat berjalan kaki dalam suasana hening dan penuh permenungan. Setibanya di katedral, umat mengikuti ibadat Jumat Agung sebagai puncak liturgi.
Pada malam harinya, prosesi kembali dilanjutkan dengan perarakan mengelilingi kota sejauh kurang lebih tiga kilometer. Dalam prosesi ini, patung diarak melewati delapan armida atau titik perhentian, diiringi doa dan nyanyian yang menggema dalam suasana sakral.
Warisan Budaya dan Spiritualitas
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tradisi Semana Santa di Larantuka bukan sekadar peristiwa keagamaan, tetapi juga warisan budaya yang memperlihatkan eratnya hubungan antara iman, sejarah, dan kehidupan masyarakat pesisir.
Prosesi Bahari Tuan Meninu menjadi simbol bahwa laut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga ruang sakral untuk mengekspresikan iman.
Hingga kini, tradisi ini terus lestari dan menjadi daya tarik utama bagi ribuan peziarah yang ingin menyaksikan keagungan Semana Santa di tanah Flores.



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



