Prosesi Bahari Tuan Meninu di Larantuka, Tradisi Sakral Jumat Agung yang Mendunia

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 4 April 2026 - 07:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Frederick Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 136 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi Bahari Tuan Meninu di Larantuka/Ket Foto ; F. Dokeng

Prosesi Bahari Tuan Meninu di Larantuka/Ket Foto ; F. Dokeng

Ribuan umat berjalan kaki dalam suasana hening dan penuh permenungan. Setibanya di katedral, umat mengikuti ibadat Jumat Agung sebagai puncak liturgi.

Pada malam harinya, prosesi kembali dilanjutkan dengan perarakan mengelilingi kota sejauh kurang lebih tiga kilometer. Dalam prosesi ini, patung diarak melewati delapan armida atau titik perhentian, diiringi doa dan nyanyian yang menggema dalam suasana sakral.

Baca Juga :  Safari Ramadhan, Kapolres Manggarai Barat Kunjungi Ponpes Al-Fatah Lamtoro

Warisan Budaya dan Spiritualitas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tradisi Semana Santa di Larantuka bukan sekadar peristiwa keagamaan, tetapi juga warisan budaya yang memperlihatkan eratnya hubungan antara iman, sejarah, dan kehidupan masyarakat pesisir.

Prosesi Bahari Tuan Meninu menjadi simbol bahwa laut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga ruang sakral untuk mengekspresikan iman.

Baca Juga :  Dishub Kabupaten Ende Lakukan Penataan Tempat Parkir Pasar Mbongawani dan Areal Pertokoan

Hingga kini, tradisi ini terus lestari dan menjadi daya tarik utama bagi ribuan peziarah yang ingin menyaksikan keagungan Semana Santa di tanah Flores.

Berita Terkait

Gempa Dangkal Guncang Flores Timur, Puluhan Rumah di Adonara Timur Rusak
Remaja Masjid di Larantuka Dirikan Posko Gratis untuk Peziarah Semana Santa, Wujud Toleransi Nyata
Wabup Flores Timur Buka Festival Pune Lewo di Ile Boleng, Dorong Pariwisata dan UMKM
Uskup Larantuka Angkat 3 Deken Wilayah 2026–2031, Perkuat Pelayanan Pastoral
Polemik Putusan PN Labuan Bajo: Dugaan Tanah Negara Disahkan Jadi Milik Pribadi di Golo Karangan
Pius Payong, Seniman Adonara yang Sulap Limbah Jadi Karya dan Dirikan Taman Baca Gratis
Majelis Hakim PN Labuan Bajo Disorot, Tanah Negara di Keranga Diduga Berubah Jadi Milik Perorangan
Puluhan Desa di Ende Terisolir Akibat Longsor di Ruas Jalan Nangaba–Maukaro, Djolan Rinda Desak Pemkab Segera Bertindak
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:59 WITA

Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:22 WITA

Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA

Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:52 WITA

Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terbaru