“Kita perlu mempertemukan dunia ide dengan dunia praktik. ISC memiliki kekuatan pada analisis dan pemikiran strategis, sementara KADIN punya akses dan pemahaman langsung terhadap dinamika ekonomi riil di lapangan. Ini adalah kombinasi yang ideal,” jelas Ending Fadjar.
KADIN sebagai representasi dari pelaku ekonomi nasional menyambut baik inisiatif kerja sama ini. Dr. Yuni Indriani Widjaja, Ketua Komite Tetap Perhubungan KADIN, dalam pertemuan tersebut menyatakan optimismenya terhadap manfaat yang dapat dihasilkan melalui kolaborasi dengan ISC.
“Kita butuh pendekatan baru dalam merumuskan kebijakan ekonomi. Kerja sama dengan ISC akan memperkuat basis analisis kebijakan KADIN, dan hasilnya bisa langsung disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan konkret,” ujar Dr. Yuni, yang dalam pertemuan ini turut didampingi oleh Suprayogi Soepa’at, SH., seorang tokoh senior di lingkungan KADIN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Dr. Yuni Indriani menekankan bahwa tantangan ekonomi nasional ke depan memerlukan kebijakan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dan berbasis data. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, seperti fluktuasi geopolitik, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi, dunia usaha memerlukan kompas kebijakan yang mampu memberikan arah jelas dan strategi adaptif. Kehadiran ISC, yang dikenal dengan reputasinya sebagai lembaga pemikir strategis, dinilai dapat mengisi kebutuhan tersebut.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




