FLOTIM, – Turnamen Apebuan Cup 2025, yang digadang sebagai pesta sepak bola masyarakat Lamaholot, justru meninggalkan luka.
Laga PS Roko Kolipadan (Lembata) vs Gagak Hitam FC (Flores Timur) di Stadion Sukutokan, Adonara, Minggu 24 Agustus 2025, berubah ricuh hingga melibatkan suporter dan menimbulkan korban luka.
Kericuhan itu memperlihatkan rapuhnya manajemen pengamanan turnamen sepak bola daerah. Panitia mengakui kelalaian, aparat keamanan terlambat bergerak, sistem pengamanan minim, hingga suporter dengan mudah menerobos lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Askab PSSI Lembata langsung bersuara. Dalam surat resmi bernomor 182/ASKAB-PSSI-LBT/VIII/2025, Ketua Askab Agustinus D. Making menuntut jaminan keamanan bagi PS Roko—satu-satunya wakil Lembata—dan pemain binaan klub Lembata yang memperkuat tim lain.
“Sportivitas jangan dikorbankan. Fair Play adalah roh Satu Lamaholot,” tulisnya.
Panitia mengaku kecolongan. Ketua Panitia Petensily Achmad Tokan menyebut pengamanan akan diperketat. Sebanyak 50 polisi dan puluhan aparat TNI disiagakan hingga final.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




