Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Niko Sanggu Editor : Redaksi Dibaca 263 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Niko Sanggu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Niko Sanggu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Karena itu, peringatan Hari Kemerdekaan semestinya menjadi momentum evaluasi terhadap kualitas pemerintahan daerah. Penegakan hukum harus mampu melepaskan diri dari stigma “tajam ke bawah, tumpul ke atas”. Hukum memperoleh wibawanya bukan karena kerasnya sanksi, melainkan karena keadilan diterapkan tanpa pandang bulu.

Demikian pula politik lokal. Politik tidak boleh dipersempit menjadi arena perebutan jabatan dan transaksi kepentingan. Max Weber mengingatkan bahwa politik adalah panggilan moral yang menuntut tanggung jawab etis atas setiap keputusan yang diambil. Jabatan publik bukanlah hak istimewa, melainkan amanah yang dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Baca Juga :  PLN Terus Kembangkan Ekosistem Biomassa Berbasis Masyarakat di NTT

Karena itu, proses penyusunan kebijakan harus melibatkan partisipasi masyarakat secara nyata. Tokoh adat, tokoh agama, akademisi, organisasi masyarakat sipil, pemuda, perempuan, hingga kelompok rentan perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembangunan, bukan sekadar pelengkap legitimasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini menjadi semakin penting ketika Ende sedang menghadapi berbagai agenda strategis, mulai dari pengembangan energi panas bumi (geotermal), penguatan Koperasi Desa Merah Putih, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga berbagai program prioritas pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga :  Ribuan Pelayat Antar Kepala Desa Mautenda Barat Robertus Y.M. Sega ke Peristirahatan Terakhir

Berita Terkait

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun
Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri
Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:42 WITA

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru