Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Niko Sanggu Editor : Redaksi Dibaca 264 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Niko Sanggu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Niko Sanggu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Seluruh program tersebut hanya akan bermakna apabila dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat, dilaksanakan secara transparan, dan diawasi secara akuntabel. Tanpa itu, pembangunan hanya akan berubah menjadi tumpukan laporan administratif yang miskin dampak sosial.

Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan hidup maupun hak-hak masyarakat lokal. Dalam perspektif filsuf Hans Jonas, kemajuan teknologi dan pembangunan harus selalu disertai prinsip tanggung jawab terhadap generasi mendatang. Kebijakan yang mengabaikan keberlanjutan lingkungan pada hakikatnya sedang mewariskan persoalan baru kepada anak cucu.

Baca Juga :  Simak..! Pesan Melchias Mekeng Untuk Juventus Prima Yoris Kago dan Simon Subandi Supriadi.

Kepada anggota DPRD Kabupaten Ende, sejarah kemerdekaan semestinya menjadi pengingat bahwa mandat politik berasal dari rakyat. Kursi legislatif bukan simbol kehormatan pribadi, melainkan representasi harapan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan tidak boleh dijalankan sekadar memenuhi prosedur formal. Setiap perda yang disahkan, setiap anggaran yang disetujui, dan setiap pengawasan yang diabaikan memiliki konsekuensi langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga :  Rakor Camat, Lurah, dan Kades se-Flores Timur Digelar di Solor Barat: Perkuat Sinergi, Lingkungan, dan Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun
Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri
Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:42 WITA

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru