Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Niko Sanggu Editor : Redaksi Dibaca 10 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Niko Sanggu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Niko Sanggu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Hal itu mengingatkan kita pada kritik filsuf Yunani, Aristoteles, bahwa tujuan utama politik bukanlah kekuasaan, melainkan bonum commune—kebaikan bersama. Kekuasaan kehilangan legitimasi ketika tidak lagi menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Paradoks itu tampak jelas di Ende. Di tengah melimpahnya sumber daya manusia terdidik, masih banyak desa menghadapi jalan rusak, akses internet yang terbatas, pelayanan kesehatan yang belum memadai, kualitas pendidikan yang timpang, serta kesempatan ekonomi yang sempit. Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, maka yang sesungguhnya gagal bukanlah rakyat, melainkan tata kelola pemerintahan.

Baca Juga :  Sambut ETMC 2025, Pemkab Gelontorkan Dana Rp.900 Juta Untuk Rehabilitasi Stadion Marilonga

Ekonom peraih Nobel Amartya Sen menjelaskan bahwa pembangunan bukan sekadar pertumbuhan ekonomi, melainkan perluasan kebebasan manusia (development as freedom). Pembangunan dianggap berhasil ketika masyarakat memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan kesempatan untuk hidup secara bermartabat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan ukuran itu, kemerdekaan tidak cukup diukur dari banyaknya proyek fisik atau tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Kemerdekaan harus diukur dari seberapa besar negara memperluas ruang hidup masyarakat kecil.

Baca Juga :  Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terkait

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi
Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya
Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:00 WITA

Satlantas Polres Ende Gandeng Forum LLAJ, Petakan Titik Rawan Kecelakaan dan Siapkan Langkah Pencegahan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:45 WITA

Riung Punya Jati Diri Sendiri, Yohanes Paulus Lendes Tolak Nama Festival Komodo Riung

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:51 WITA

Front Mahasiswa Flores Desak Polres Sikka Tuntaskan Kasus Dugaan Persetubuhan Anak yang Mandek Sejak 2022

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:03 WITA

Keuskupan Agung Ende Canangkan Muspas IX 2027, Umat Diajak Berjalan Bersama dalam Semangat Sinodalitas

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:26 WITA

Polemik Empat Pemain Suratin 2026, Flores United Nilai Perse Ende Lemah Bangun Komunikasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:59 WITA

Ribuan Pelayat Antar Kepala Desa Mautenda Barat Robertus Y.M. Sega ke Peristirahatan Terakhir

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:59 WITA

Bentrokan Narasaosina-Waiburak di Flores Timur Kembali Pecah, 1 Warga Tewas dan 3 Terluka

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:16 WITA

Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Avanza di Jalan Trans Maumere-Larantuka, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan

Berita Terbaru