Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Niko Sanggu Editor : Redaksi Dibaca 234 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Niko Sanggu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Niko Sanggu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Hal itu mengingatkan kita pada kritik filsuf Yunani, Aristoteles, bahwa tujuan utama politik bukanlah kekuasaan, melainkan bonum commune—kebaikan bersama. Kekuasaan kehilangan legitimasi ketika tidak lagi menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Paradoks itu tampak jelas di Ende. Di tengah melimpahnya sumber daya manusia terdidik, masih banyak desa menghadapi jalan rusak, akses internet yang terbatas, pelayanan kesehatan yang belum memadai, kualitas pendidikan yang timpang, serta kesempatan ekonomi yang sempit. Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, maka yang sesungguhnya gagal bukanlah rakyat, melainkan tata kelola pemerintahan.

Baca Juga :  Konser Sound System di Lapangan Brimob Ende Dihentikan Sebelum Magrib, Situasi Berangsur Kondusif

Ekonom peraih Nobel Amartya Sen menjelaskan bahwa pembangunan bukan sekadar pertumbuhan ekonomi, melainkan perluasan kebebasan manusia (development as freedom). Pembangunan dianggap berhasil ketika masyarakat memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan kesempatan untuk hidup secara bermartabat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan ukuran itu, kemerdekaan tidak cukup diukur dari banyaknya proyek fisik atau tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Kemerdekaan harus diukur dari seberapa besar negara memperluas ruang hidup masyarakat kecil.

Baca Juga :  Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Berita Terkait

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:19 WITA

Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik

Rabu, 16 September 2026 - 22:58 WITA

BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki

Rabu, 16 September 2026 - 08:53 WITA

Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini

Sabtu, 12 September 2026 - 19:09 WITA

Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende

Kamis, 10 September 2026 - 23:37 WITA

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WITA

Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat

Senin, 7 September 2026 - 19:09 WITA

Polres Ende Dirikan Tenda Darurat di SDK Pu’ubheto, Pastikan Siswa Tetap Belajar Pascagempa

Berita Terbaru